Fin.coid - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bagi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, resmi diperpanjang 7 hari ke depan.
Keputusan ini diambil sejalan dengan penetapan status tanggap darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat selama 14 hari.
Perpanjangan ini menjadi harapan terakhir bagi keluarga korban yang masih menanti kabar orang-orang terkasih mereka.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa operasi SAR akan terus diupayakan selama masih ada harapan untuk menemukan korban.
"Operasi SAR akan terus dilanjutkan selama masih ada harapan untuk menemukan korban. Kami mohon doa agar cuaca tetap bersahabat sehingga pencarian sisa korban dapat berjalan maksimal," ujarnya usai menutup operasi pencarian pada Jumat, 30 Januari 2026.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD untuk penanganan darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap bencana yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari, yang mengakibatkan puluhan korban jiwa, kerusakan rumah, dan pengungsian massal.
"Status darurat bencana sudah ditetapkan selama 14 hari. Untuk mendukung status darurat, kami sudah siapkan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari BTT," ungkap Incident Commander (IC) Bencana Longsor Pasirlangu, Ade Zakir.
Anggaran tersebut akan difokuskan pada tiga klaster penanganan bencana, yaitu bidang kesehatan melalui Dinas Kesehatan, bidang sosial melalui Dinas Sosial, serta penanganan bencana melalui BPBD.
60 Bodypack Ditemukan, 20 Masih Dicari
Pada hari ketujuh (H+7) operasi SAR, tim gabungan berhasil menemukan lima bodypack di area worksite A1, A2, dan A3. Seluruh bodypack tersebut telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.
"Alhamdulillah, sejak pagi hingga sore hari ini kondisi cuaca sangat mendukung pelaksanaan operasi SAR," tutur Syafii.
Secara keseluruhan, jumlah korban yang telah ditemukan hingga hari ketujuh operasi SAR mencapai 60 bodypack. Sementara itu, 20 bodypack lainnya masih dalam proses pencarian.
"Total korban yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi SAR sebanyak 60 bodypack. Masih ada 20 bodypack yang terus kami upayakan untuk ditemukan," lanjut Syafii.
Berdasarkan data Tim DVI Polda Jawa Barat, hingga saat ini 44 bodypack telah berhasil diidentifikasi. Sementara sisanya masih dalam proses identifikasi di sejumlah lokasi.