Gempa Maluku Tenggara Pagi Ini dan Alarm dari Zona Subduksi Megathrust Banda

news.fin.co.id - 01/02/2026, 07:39 WIB

Gempa Maluku Tenggara Pagi Ini dan Alarm dari Zona Subduksi Megathrust Banda

Gempa M 5,2 mengguncang Maluku Tenggara pagi ini. Peristiwa ini menjadi alarm mengenai posisi geologis wilayah Maluku yang berada di jalur aktif Megathrust Banda.Foto:BMKG

fin.co.id – Masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara dikejutkan oleh guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,2 pada Minggu 1 Februari 2026 pagi, sekitar pukul 06.21 WIT. Meski kekuatan gempa cukup terasa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa peristiwa ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 6.54 LS dan 130.76 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 170 kilometer arah Barat Laut Maluku Tenggara. Gempa ini memiliki kedalaman 118 kilometer, yang masuk dalam kategori gempa menengah. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat getaran tersebut.

Mengenal Potensi Megathrust di Zona Subduksi Banda

Peristiwa gempa pagi ini menjadi alarm penting bagi masyarakat mengenai kondisi geologis wilayah Maluku. Secara geografis, Maluku Tenggara dan Kepulauan Banda berada di atas zona subduksi aktif yang populer dengan sebutan Zona Subduksi Laut Banda. Wilayah ini merupakan salah satu titik utama potensi gempa Megathrust di bagian timur Indonesia.

Advertisement

Zona Subduksi Banda terbentuk akibat penunjaman lempeng tektonik yang mampu menyimpan energi sangat besar. Sejarah mencatat wilayah ini sering mengalami aktivitas seismik signifikan, termasuk gempa kuat bermagnitudo 7,5 pada tahun 2023 dan magnitudo 6,9 pada 2025 lalu. Keberadaan zona Megathrust ini menyimpan potensi gempa berkekuatan besar yang sewaktu-waktu dapat memicu tsunami di sepanjang pesisir Maluku.

Kewaspadaan Tanpa Kepanikan

Meskipun gempa M 5,2 pagi tadi berasal dari aktivitas deformasi batuan di kedalaman menengah dan bukan patahan langsung dari jalur utama Megathrust, posisinya tetap menegaskan bahwa Maluku adalah kawasan dengan risiko seismik tinggi. BMKG terus memantau perkembangan data secara berkala guna memberikan informasi yang akurat kepada publik.

Pihak berwenang mengimbau warga di pesisir Maluku Tenggara untuk tetap tenang dan tidak terhasut oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Mengingat posisi strategis Maluku di pertemuan lempeng aktif, penguatan mitigasi bencana dan pemahaman terhadap jalur Megathrust menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan masyarakat di masa depan.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID