Tanah Amblas di Tigaraksa  Tangerang, Lima Rumah Terdampak

news.fin.co.id - 01/02/2026, 15:30 WIB

Tanah Amblas di Tigaraksa  Tangerang, Lima Rumah Terdampak

Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied (tengah) saat menggelar konfrensi pers tekait penanganan bencana banjir yang melanda 8 desa dan kelurahan diwilayah Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (Rikhi Ferdian)

fin.co.id -  Sedikitnya lima kepala keluarga (KK) terdampak musibah tanah amblas di Kampung Cipayaeun, Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan retakan tanah telah meluas hingga mencapai panjang 85 meter.

Terkini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, bersama jajaran BPBD, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), serta Dinas Perkim meninjau langsung lokasi terdampak di RT 11/RW 03 tersebut.

Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan mengalami penurunan stabilitas yang cukup signifikan dibandingkan awal pekan lalu.

"Berdasarkan pantauan terbaru, retakan tanah mengalami perluasan yang signifikan dibandingkan beberapa waktu lalu. Retakan tersebut kini diperkirakan mencapai panjang 82 hingga 85 meter," ujar Cucu saat memberikan keterangan kepada FIN, dikutip, Minggu, 1 Februari 2026.

Advertisement

Evakuasi Warga

Dampak dari tanah amblas ini merugikan sedikitnya lima kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, dua keluarga telah memilih mengungsi ke tempat kerabat maupun mencari kontrakan sementara demi keamanan.

Sementara itu, tiga keluarga lainnya masih bertahan di hunian mereka meski bagian dapur rumah telah mengalami kerusakan. Mengingat tingginya risiko bangunan permanen roboh akibat pergeseran susulan, pemerintah setempat telah menginstruksikan pengosongan segera.

"Kami telah menginstruksikan pihak desa serta RT/RW untuk segera mengosongkan rumah yang berada di posisi paling bawah. Curah hujan yang tinggi saat ini mempercepat laju keretakan tanah," tegas Cucu.

Melibatkan BRIN

Pemerintah Kabupaten Tangerang belum bisa memastikan kejadian tanam amblas tersebut akibat pergeseran tanah. Cucu masih enggan berspekulasi mengenai penyebab fenomena ini. Langkah strategis yang akan diambil adalah melakukan kajian teknis mendalam dengan melibatkan pakar.

"Sesuai arahan Bapak Sekda, kami berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BPBD Provinsi untuk melakukan kajian geologi. Kami memerlukan dasar keilmuan yang tepat untuk memetakan kontur tanah," tambahnya. 

Selain penanganan di Cipayaeun, pemerintah daerah juga meningkatkan status pemantauan real-time di titik rawan bencana lainnya seperti wilayah Cisereh, Pasir Bolang, dan Mustika. Warga diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan meningkat atau adanya kiriman debit air dari hulu.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.