Bau RDF Rorotan Dikeluhkan Warga, Ketua DPRD Minta Pramono Cari Solusi Bersama

news.fin.co.id - 02/02/2026, 16:42 WIB

Bau RDF Rorotan Dikeluhkan Warga, Ketua DPRD Minta Pramono Cari Solusi Bersama

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. Foto: Cahyono

fin.co.id – Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo untuk segera menemukan jalan keluar atas persoalan bau sampah yang bersumber dari fasilitas RDF Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Hingga kini, aroma tidak sedap dari lokasi pengolahan sampah tersebut masih tercium hingga kawasan permukiman warga. Kondisi ini memicu penolakan dari masyarakat sekitar, khususnya warga yang tinggal di kawasan perumahan Jakarta Garden City (JGC), terhadap operasional RDF Rorotan.

Khoirudin menilai persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan perlu diselesaikan melalui dialog terbuka antara pemerintah dan warga terdampak.

"Ini masalah kita bersama, saya berharap kita duduk bareng untuk memikirkan solusi bersama," ujar Khoirudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Advertisement

Ia menegaskan, keberadaan RDF Rorotan sejatinya memiliki peran strategis dalam sistem pengelolaan sampah Ibu Kota. Saat ini, volume sampah Jakarta mencapai sekitar 8.300 ton per hari sehingga membutuhkan fasilitas pengolahan yang memadai dan berkelanjutan.

Selain itu, pembangunan RDF Rorotan juga telah menyerap anggaran besar. Oleh karena itu, menurut Khoirudin, diperlukan solusi yang saling menguntungkan agar fasilitas tersebut tetap dapat beroperasi tanpa mengorbankan kenyamanan warga.

"Untuk Rorotan tentu semua yang kita sediakan untuk masyarakat dan kita akan diskusi lagi dengan masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa sumber utama persoalan bau berasal dari sistem pengangkutan sampah menuju RDF Rorotan.

Ia menyebut masih adanya penggunaan truk pengangkut sampah yang tidak memenuhi standar, sehingga menyebabkan air lindi menetes di sepanjang jalur permukiman dan menimbulkan bau menyengat.

"Masalahnya adalah transportasi dan untuk itu saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan," ucap Pramono saat meninjau lokasi di Cilincing.

Sebagai langkah perbaikan, Pramono memastikan akan mengganti seluruh armada lama dengan truk jenis compactor guna meminimalkan kebocoran dan bau.

"Yang lama saya tidak izinkan untuk digunakan," pungkasnya.

Cahyono/Disway

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID