Darurat Visual! Presiden Prabowo Geram Baliho 'Kotori' Estetika Indonesia Hingga IKN

news.fin.co.id - 02/02/2026, 17:19 WIB

Darurat Visual! Presiden Prabowo Geram Baliho 'Kotori' Estetika Indonesia Hingga IKN

Presiden Prabowo Subianto

fin.co.id - Indonesia sedang menuju visi besar 2045, namun wajah kota-kotanya masih terjebak dalam "hutan" spanduk dan baliho yang semrawut. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh kepala daerah segera bertindak tegas demi menjaga martabat estetika bangsa.

Tak hanya di kota besar, sindiran tajam ini bahkan menyasar Ibu Kota Nusantara (IKN) yang seharusnya menjadi simbol kemajuan peradaban Indonesia. IKN Bukan "Hutan Spanduk":

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Sentul (2/2/2026), Presiden Prabowo tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Saat berkunjung ke Balikpapan dan Samarinda, wilayah penyangga IKN, ia mendapati pemandangan yang kontras dengan cita-cita kota modern.

“Indonesia harus terlihat rapi, bersih, dan indah. Jangan sampai IKN yang kita bangun sebagai simbol masa depan justru terlihat semrawut karena spanduk di mana-mana,” tegas Prabowo di depan ribuan kepala daerah.

Advertisement

Bagi Presiden, IKN adalah etalase modernitas. Jika kawasan ini dan sekitarnya justru dikepung baliho iklan yang tidak tertata serta kabel listrik yang bergelantungan, maka citra "Kota Cerdas" (Smart City) akan luntur menjadi kota yang tidak terurus.

Presiden menekankan bahwa "polusi visual" berupa baliho dan spanduk iklan yang berlebihan sangat merusak daya tarik wisata. Wisatawan mancanegara datang ke Indonesia untuk melihat keindahan alam dan kerapihan budaya, bukan untuk "disuguhi" spanduk yang menutupi pemandangan.

Dampak buruk spanduk semrawut:

  • Merusak Estetika: Menghancurkan lanskap hijau dan arsitektur kota.
  • Citra Buruk di Mata Investor: Kesan kota yang tidak teratur mencerminkan manajemen daerah yang lemah.
  • Bahaya Keselamatan: Pemasangan sembarangan di bahu jalan atau tiang listrik berisiko roboh dan membahayakan warga.

Prabowo memberikan instruksi langsung kepada Gubernur, Bupati, hingga Wali Kota di seluruh Indonesia: Bersihkan ruang publik dari iklan luar ruang yang ilegal dan tidak beraturan.

Langkah ini dianggap krusial karena pembangunan fisik tanpa penataan visual hanya akan menghasilkan "kota tanpa jiwa". Penataan ini bukan sekadar urusan keindahan, tapi tentang menciptakan lingkungan hidup yang manusiawi dan berkelas dunia.

Rakornas 2026: Mengawal Indonesia Emas 2045

Rakornas yang dihadiri 4.487 peserta ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen evaluasi total sinergi pusat dan daerah untuk tahun 2026. Selain masalah tata ruang, beberapa agenda besar yang juga dibahas meliputi:

  • Swasembada Pangan & Energi: Menuju kemandirian nasional.
  • Program Makan Bergizi Gratis: Penguatan sumber daya manusia masa depan.
  • Pembersihan Birokrasi: Peran TNI, Polri, dan KPK dalam mengawal program prioritas agar tepat sasaran.

Advertisement

Pesan Presiden Prabowo sangat jelas: Indonesia tidak bisa menjadi negara maju jika ketiak kiri dan kanannya masih dipenuhi spanduk lusuh yang mengotori pemandangan.

Membenahi IKN dan kota-kota lainnya dari "sampah visual" adalah langkah awal untuk menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang beradab dan menghargai keteraturan.

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi