Mengerikan! Tambang Bijih Logam di Kongo Runtuh, Ratusan Orang Terkubur Hidup-hidup

news.fin.co.id - 02/02/2026, 18:00 WIB

Mengerikan! Tambang Bijih Logam di Kongo Runtuh, Ratusan Orang Terkubur Hidup-hidup

fin.co.id - Tanah longsor meruntuhkan beberapa tambang di lokasi pertambangan koltan (bijih logam) di Kongo timur. Longsor di area pertambangan dilaporkan menewaskan sedikitnya 200 orang.

Menurut Lumumba Kambere Muyisa, juru bicara gubernur provinsi Kivu Utara, runtuhnya tambang terjadi pada pertengahan pekan lalu di tambang Rubaya, yang dikendalikan oleh pemberontak M23.

Ia menjelaskan, bencana tanah longsor tersebut disebabkan oleh hujan lebat. “Untuk saat ini, ada lebih dari 200 orang tewas, beberapa di antaranya masih berada di dalam lumpur dan belum dievakuasi,” kata Muyisa, dikutip AP.

Muyisa menambahkan, beberapa orang lainnya terluka dan dibawa ke tiga fasilitas kesehatan di kota Rubaya.

Advertisement

Sementara ambulans diperkirakan akan memindahkan korban luka pada akhir pekan ke Goma, kota terdekat sekitar 50 km jauhnya.

"Gubernur Kivu Utara telah menghentikan sementara penambangan artisanal di lokasi tersebut dan memerintahkan relokasi penduduk yang telah membangun tempat perlindungan di dekat tambang," kata Muyisa.

Pemerintah Kongo Sampai Belasungkawa pada Keluarga Korban

Pemerintah Kongo dalam sebuah pernyataan menyampaikan belasungkawa pada keluarga korban dan menuduh pemberontak mengeksploitasi sumber daya alam wilayah tersebut secara ilegal dan tidak aman.

Seorang mantan penambang di lokasi tersebut mengatakan kepada Associated Press bahwa telah terjadi tanah longsor berulang kali karena terowongan digali dengan tangan, dibangun dengan buruk, dan dibiarkan tanpa perawatan.

“Orang-orang menggali di mana-mana, tanpa kontrol atau tindakan keselamatan. Dalam satu lubang, bisa ada sebanyak 500 penambang, dan karena terowongan berjalan paralel, satu longsoran dapat memengaruhi banyak lubang sekaligus,” kata Clovis Mafare.

Rubaya terletak di jantung Kongo timur, bagian negara Afrika Tengah yang kaya mineral dan selama beberapa dekade telah dilanda kekerasan dari pasukan pemerintah dan berbagai kelompok bersenjata, termasuk M23.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID