Dalam pelaksanaannya, sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Personel di lapangan diminta mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan represif secara proporsional.
Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dilakukan berkelanjutan, disertai peningkatan kehadiran personel di titik-titik rawan.
Penegakan hukum juga dilakukan secara profesional dengan memaksimalkan ETLE statis, ETLE mobile, drone patrol presisi, serta penindakan manual yang humanis.
"Penegakan hukum harus efektif, profesional, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan," tuturnya.
Wakapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2026 demi keselamatan bersama di jalan raya.
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat." tandasnya. (Rafi Adhi)