“Iya pasti ada (pembicaraan khusus). Ya namanya pembicaraan khusus masa disampaikan? Ya khusus juga untuk kita, untuk saya dan Pak Prabowo,” ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, pembicaraan tersebut lebih banyak membahas kondisi Indonesia saat ini, termasuk dinamika global yang sedang dihadapi banyak negara.
Jokowi menegaskan bahwa situasi global saat ini penuh dengan ketidakpastian, mulai dari geopolitik, ekonomi dunia, hingga fluktuasi pasar internasional. Namun di tengah kondisi tersebut, ia menilai Indonesia masih berada dalam posisi yang patut disyukuri.
“Kondisi Indonesia, kemudian situasi global saat ini yang juga penuh dengan ketidakpastian,” kata Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo itu menyoroti capaian fundamental ekonomi nasional yang dinilainya tetap solid di tengah tekanan global.
“Saya kira kita patut bersyukur ekonomi masih tumbuh di atas lima persen, inflasi juga sangat terjaga. Yang paling penting itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak negara lain justru mengalami kesulitan serius dalam menjaga dua indikator utama tersebut secara bersamaan.
“Karena negara-negara lain banyak yang kesulitan mengatasi dua hal tadi, pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” pungkas Jokowi.
Pernyataan Jokowi mengenai Prabowo–Gibran dua periode dinilai sejumlah kalangan sebagai sinyal stabilitas politik dan dukungan moral terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.
Ucapan singkat tersebut juga menunjukkan Jokowi memilih untuk tidak masuk ke dalam spekulasi politik jangka panjang, terutama terkait Pilpres 2029.
Di sisi lain, pesan tersebut memperkuat narasi bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi, menghadapi tantangan global, dan memastikan pemerintahan Prabowo–Gibran berjalan optimal hingga akhir masa jabatan. (*)