Prabowo Geram Lihat Sampah di Bali: Apa Susahnya Bersihkan Halaman Sendiri?

news.fin.co.id - 03/02/2026, 11:25 WIB

Prabowo Geram Lihat Sampah di Bali: Apa Susahnya Bersihkan Halaman Sendiri?

Presiden Prabowo Subianto geram melihat tumpukan sampah di Bali - Tangkapan Layar Thread -

fin.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meluapkan kegeramannya terhadap kondisi kebersihan di destinasi wisata unggulan, khususnya Bali. Dalam sebuah pernyataan tegas, Prabowo menyoroti tumpukan sampah plastik yang mengancam citra pariwisata nasional dan kesehatan masyarakat.

Prabowo menilai masalah limbah bukan sekadar urusan estetika, melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Ia memberikan instruksi khusus kepada para pejabat daerah hingga jajaran menteri untuk turun langsung ke lapangan melakukan aksi nyata.

Sampah Adalah Bencana bagi Pariwisata

Presiden secara spesifik menyentil para pimpinan daerah di Pulau Dewata. Ia mempertanyakan komitmen Gubernur dan Bupati dalam menjaga kebersihan pantai yang menjadi magnet utama wisatawan mancanegara pada akhir tahun 2025 ini.

Advertisement

"Bagaimana turis mau datang ke situ? Lihat sampah. Gubernur, Bupati. SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara. Apa susahnya sih? Setelah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Pantai kita. Ini halaman kita," tegas Prabowo.

Ia mengingatkan bahwa tumpukan limbah, terutama plastik, merupakan sumber penyakit yang harus segera ditangani secara kolektif. "Sampah itu bencana. Sampah itu penyakit. Kita akan berbuat. Kita akan dukung," lanjutnya.

Instruksi "Korfe" untuk TNI, Polri, hingga BUMN

Guna mempercepat pembersihan lingkungan, Prabowo memerintahkan mobilisasi massa melalui aksi kerja bakti atau korfe. Tidak tanggung-tanggung, Presiden menginstruksikan aparat keamanan untuk mengambil peran jika pemerintah daerah lambat dalam bertindak.

  • TNI & Polri: Dandim dan Danrem mendapatkan perintah langsung untuk menggerakkan personelnya melakukan pembersihan secara rutin.
  • BUMN: Ribuan karyawan perusahaan pelat merah wajib memastikan area sekitar kantor mereka bebas dari plastik.
  • Kementerian: Para menteri dan jajaran lembaga wajib meluangkan waktu minimal 30 menit setiap pagi untuk membersihkan lingkungan kantor sebelum mulai bekerja.

"Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN. Semua menteri, sebelum masuk kantor, minimal setengah jam, bersihkan lingkunganmu. Kalau perlu menterinya mimpin," perintah Presiden dengan nada bicara lugas.

Menjaga "Halaman" Indonesia dari Limbah

Aksi bersih-bersih ini diharapkan menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah hingga pejabat tinggi negara. Prabowo menekankan bahwa menjaga kebersihan adalah bentuk tanggung jawab terhadap rakyat dan upaya menjaga kehormatan bangsa di mata dunia.

Pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi daerah yang serius mengelola masalah limbah ini demi keberlangsungan ekosistem dan stabilitas ekonomi kreatif di tanah air. (*)

Advertisement
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID