Waspada Virus Nipah, RS Rujukan dan Ruang Isolasi Disiagakan di Kabupaten Tangerang

news.fin.co.id - 03/02/2026, 11:43 WIB

Waspada Virus Nipah, RS Rujukan dan Ruang Isolasi Disiagakan di Kabupaten Tangerang

Indonesia tingkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Nipah dari India. DPR minta Kemenkes perketat bandara dan pelabuhan karena fatalitas virus capai 70 persen.Foto:RSPPertamina

fin.co.id -  Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran virus Nipah (NiV). Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, penguatan sistem deteksi dini di tingkat puskesmas hingga rumah sakit rujukan menjadi prioritas utama.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil mengingat karakteristik virus Nipah sebagai penyakit zoonosis yang sangat mematikan. Virus yang bersumber dari kelelawar buah (genus Pteropus) ini mampu menular dari hewan ke manusia dengan tingkat fatalitas yang tinggi.

"Kelelawar buah merupakan reservoir alami virus ini. Mereka membawa virus yang dapat menular ke hewan ternak maupun langsung ke manusia," ujar Hendra di Tangerang, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.

Risiko Fatal dan Ketiadaan Vaksin

Advertisement

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi virus Nipah dapat menyebabkan spektrum penyakit yang luas, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut hingga ensefalitis atau peradangan otak yang fatal. Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun pengobatan spesifik untuk infeksi ini.

Hendra memaparkan sejumlah gejala klinis yang patut diwaspadai masyarakat, antara lain:

• Gejala Awal: Demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan nyeri tenggorokan.

• Gejala Lanjutan: Kesulitan bernapas, pneumonia atipikal, hingga disorientasi dan penurunan kesadaran (koma) dalam waktu 24-48 jam.

"Jika masyarakat mengalami gejala awal tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter di puskesmas maupun rumah sakit terdekat," tambahnya.

Kesiapan Infrastruktur Medis

Meskipun Kabupaten Tangerang masih nihil kasus, Dinas Kesehatan telah menyiagakan RSUD sebagai rumah sakit rujukan dengan standar penanganan infeksi menular. Infrastruktur bekas penanganan pandemi Covid-19, seperti ruang isolasi dan tenaga medis terlatih, kini diaktifkan kembali untuk memantau potensi ancaman zoonosis ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Sri Indriyani, menambahkan bahwa puskesmas kini memegang peran sentral dalam deteksi dini. "Edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) terus kami masifkan melalui puskesmas agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada," tegas Sri.

Masyarakat diimbau untuk menghindari konsumsi buah-buahan yang memiliki bekas gigitan hewan liar dan menjauhi kontak langsung dengan hewan yang berpotensi menjadi pembawa virus.

Advertisement
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.