DOR! Saif al-Islam Gaddafi TEWAS Ditembak, Libya Bergejolak

news.fin.co.id - 04/02/2026, 18:46 WIB

DOR! Saif al-Islam Gaddafi TEWAS Ditembak, Libya Bergejolak

Saif al-Islam Gaddafi TEWAS Ditembak

Fin.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Libya. Saif al-Islam Gaddafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas ditembak dalam sebuah insiden yang masih diselimuti misteri.

Informasi kematian pria berusia 53 tahun itu dikonfirmasi oleh kepala tim politiknya pada Selasa waktu setempat.

Kantor Berita Libya melaporkan peristiwa ini langsung memicu spekulasi luas, mengingat posisi Saif al-Islam sebagai figur berpengaruh dalam dinamika politik Libya pasca-2011.

Detail mengenai lokasi dan kronologi kematian Saif al-Islam hingga kini masih belum jelas. Pengacaranya kepada AFP menyebut bahwa Saif al-Islam tewas dalam serangan bersenjata di rumahnya di Kota Zintan.

Advertisement

Menurut keterangan tersebut, pelaku merupakan kelompok komando yang beranggotakan empat orang. Namun, versi berbeda disampaikan oleh saudara perempuannya kepada televisi Libya.

Ia menyebut Saif al-Islam meninggal di dekat perbatasan Libya–Aljazair. Perbedaan keterangan ini mempertebal misteri dan memunculkan pertanyaan besar mengenai siapa pelaku serta motif di balik kematiannya.

Sosok Kunci Rezim Gaddafi

Lahir pada 1972, Saif al-Islam lama dianggap sebagai figur paling kuat dan paling ditakuti di Libya setelah ayahnya. Meski tidak pernah memegang jabatan resmi, ia dikenal sebagai arsitek berbagai kebijakan penting dan juru runding utama rezim Gaddafi.

Pada awal 2000-an, Saif al-Islam memainkan peran besar dalam memperbaiki hubungan Libya dengan negara-negara Barat.

Ia terlibat dalam perundingan yang berujung pada penghentian program senjata nuklir Libya, langkah yang membuat sanksi internasional terhadap negara tersebut dicabut.

Citra Saif al-Islam runtuh saat gelombang pemberontakan 2011 meletus. Ia dituduh terlibat dalam penindasan brutal terhadap demonstrasi anti-pemerintah.

Setelah rezim ayahnya tumbang dan Muammar Gaddafi tewas, Saif al-Islam ditangkap oleh milisi di Zintan. Ia dipenjara selama hampir enam tahun oleh kelompok bersenjata tersebut.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga mengajukan tuntutan terhadapnya atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Advertisement

Pada 2015, Saif al-Islam dijatuhi hukuman mati secara in absentia oleh pengadilan di Tripoli. Namun pada 2017, ia dibebaskan berdasarkan undang-undang amnesti oleh otoritas di wilayah timur Libya.

Libya yang Terpecah dan Warisan Politik

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID