Fin.co.id – Gerhana matahari sering dianggap sebagai fenomena langit modern. Namun faktanya, peristiwa ini telah beberapa kali terjadi pada masa Rasulullah SAW.
Sejarah dan perhitungan astronomi mencatat bahwa selama kehidupan Nabi Muhammad SAW terjadi delapan gerhana. Terdiri dari lima gerhana bulan dan tiga gerhana matahari.
Peristiwa-peristiwa tersebut bukan hanya dicatat secara ilmiah, tetapi juga memiliki makna penting dalam pembentukan ajaran Islam.
Khususnya terkait sikap seorang Muslim dalam menyikapi tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
“Gerhana bukan pertanda nasib manusia, melainkan tanda kekuasaan Allah,” demikian inti ajaran Rasulullah SAW.
Gerhana 21 April 627 M (29 Zulqaidah 5 H)
Gerhana matahari pertama di era Nabi terjadi pada Selasa, 21 April 627 M, saat Rasulullah SAW berada di Madinah.
Dalam kalender Hijriyah, peristiwa ini bertepatan dengan 29 Zulqaidah 5 H.
Gerhana ini bersifat sebagian dan sangat kecil, dengan tingkat penutupan Matahari hanya sekitar 2 persen.
Secara visual, fenomena tersebut hampir tidak terlihat jelas oleh mata manusia.
Para sejarawan dan ahli falak mencatat tidak ditemukan riwayat sahih yang menyebutkan Rasulullah SAW melaksanakan shalat gerhana pada peristiwa ini.
Hal tersebut diduga karena gerhana terlalu parsial sehingga tidak disadari secara luas oleh masyarakat.
Gerhana 3 Oktober 628 M (29 Jumadil Awal 7 H)
Gerhana matahari kedua terjadi pada Senin, 3 Oktober 628 M, atau bertepatan dengan 29 Jumadil Awal 7 H.
Berdasarkan perhitungan astronomi modern, gerhana ini berlangsung saat Matahari baru terbit.