fin.co.id - Memasuki awal tahun anggaran 2026, pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Salah satu langkah strategis yang terus digenjot adalah program revitalisasi satuan pendidikan yang menargetkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah di seluruh Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah menargetkan tidak ada lagi sekolah rusak pada tahun 2026.
Target ambisius ini dibarengi dengan rencana revitalisasi terhadap lebih dari 71.000 satuan pendidikan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Program tersebut didorong melalui penambahan alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2026, sebagai bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan program prioritas pemerintah yang sejalan dengan arahan Presiden.
Menurutnya, perbaikan fasilitas pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pembelajaran yang berkualitas.
“Revitalisasi ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Abdul Mu’ti
Ia menekankan bahwa sekolah yang layak, aman, dan nyaman akan berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar.
Capaian Revitalisasi 2025
Program ini bukan dimulai dari nol. Sepanjang 2025, pemerintah telah merevitalisasi 16.171 satuan pendidikan di berbagai daerah.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 98 persen proyek telah rampung. Sisanya masih dalam proses penyelesaian akibat sejumlah kendala lapangan.
Beberapa faktor penghambat di antaranya: