fin.co.id - Intensitas hujan tinggi yang memicu genangan dan banjir di wilayah Kota Tangerang dalam satu bulan terakhir mulai berdampak pada ketahanan infrastruktur jalan. Pemerintah Kota Tangerang mencatat sedikitnya 72 ruas jalan mengalami kerusakan signifikan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan intervensi darurat di tengah cuaca ekstrem. Langkah ini diambil untuk menekan angka kecelakaan akibat lubang jalan yang sering tersembunyi di balik genangan air.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, menjelaskan bahwa penanganan saat ini difokuskan pada perbaikan sementara menggunakan material aspal instan (coldmix) dan paving block.
"Kami merespons cepat keluhan masyarakat dengan penanganan darurat. Penggunaan material ini disesuaikan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, agar perbaikan tetap bisa dilakukan meski hujan masih sering turun," ujar Iwan, Kamis (5/2/2026).
Hingga saat ini, sebaran kerusakan jalan mencakup seluruh kecamatan di Kota Tangerang. Beberapa wilayah dengan konsentrasi kerusakan tertinggi meliputi:
• Kecamatan Karawaci: 13 ruas jalan.
• Kecamatan Tangerang: 10 ruas jalan.
• Kecamatan Larangan & Ciledug: 10 ruas jalan.
• Wilayah Lain: Tersebar di 10 kecamatan lainnya dengan rata-rata 5 hingga 9 titik kerusakan per wilayah.
Iwan menegaskan bahwa penggunaan aspal instan merupakan upaya taktis demi menjamin keamanan warga saat melintas. Namun, pihaknya telah menyusun jadwal untuk perbaikan permanen dalam waktu dekat.
"Target kami adalah melakukan perbaikan permanen segera setelah cuaca lebih stabil, sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditentukan," tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat berkendara, terutama saat melintasi jalur-jalur yang tengah dalam proses perbaikan darurat di tengah sisa musim penghujan ini.