fin.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik di Indonesia.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah program beasiswa pendidikan jenjang sarjana (S1) bagi para guru melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program ini ditargetkan menjangkau 150.000 guru di seluruh Indonesia pada tahun 2026.
Fokus utamanya adalah membantu guru yang belum memiliki ijazah D4 maupun S1 agar bisa meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus membuka jalan menuju sertifikasi pendidik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi besar pendidikan nasional, dengan guru sebagai pilar utama perubahan.
Dalam sosialisasi program di Purworejo, Jawa Tengah, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa setiap guru penerima beasiswa akan memperoleh bantuan dana Rp3 juta per semester.
Dana tersebut tidak diberikan langsung ke guru, melainkan ditransfer ke perguruan tinggi tempat mereka menempuh pendidikan.
“Guru tidak perlu repot. Di beberapa kampus, bantuan Rp3 juta per semester ini bahkan masih mencukupi dan bisa menyisakan saldo,” ujar Abdul Mu’ti, Sabtu (24/1/2026).
Skema ini dirancang agar proses administrasi lebih praktis dan penggunaan dana lebih tepat sasaran untuk biaya pendidikan.
Kuliah Bisa Cuma 1–2 Tahun Berkat Skema RPL
Keunggulan utama program ini terletak pada penggunaan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui RPL, pengalaman mengajar guru selama bertahun-tahun dapat diakui sebagai Satuan Kredit Semester (SKS). Artinya, guru tidak perlu menempuh seluruh mata kuliah dari awal.
Dengan mekanisme ini: