Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama Lebaran
Dengan total tujuh hari libur berturut-turut, pemerintah merasa perlu menyelipkan kebijakan WFA di sela-sela tanggal tersebut agar produktivitas nasional tidak anjlok, namun masyarakat tetap bisa menikmati momen sakral bersama keluarga.
Obral Diskon Tiket Pesawat hingga Kereta Api
Tak hanya mengatur jam kerja, pemerintah juga berupaya meringankan beban biaya perjalanan masyarakat. Airlangga memastikan pemerintah telah menyiapkan stimulus berupa diskon tarif transportasi umum yang sangat menggiurkan.
Bagi pencinta moda transportasi darat dan laut, pemerintah memberikan potongan harga sebesar 30 persen untuk tiket kereta api dan kapal penyeberangan. Diskon ini diharapkan mampu mengalihkan sebagian pengguna kendaraan pribadi ke transportasi publik demi mengurangi beban volume kendaraan di jalan tol.
Sementara itu, untuk moda transportasi udara, pemerintah juga memberikan relaksasi harga. Tiket pesawat akan mendapatkan diskon berkisar antara 17 persen hingga 18 persen.
"Bagi masyarakat yang mau merencanakan liburan atau mudik, silakan manfaatkan ini. Tiket kereta api kami diskon 30 persen, kapal juga 30 persen, dan pesawat sekitar 17 sampai 18 persen," tegas Airlangga.
Pemerintah optimis bahwa kombinasi antara keleluasaan lokasi kerja dan subsidi transportasi akan memicu pertumbuhan belanja rumah tangga. Menurut Airlangga, Indonesia memiliki karakteristik unik yang ia sebut sebagai "anomali positif".
Berbeda dengan negara lain yang mungkin mengalami perlambatan ekonomi saat libur panjang, Indonesia justru mencatatkan lonjakan transaksi. Mobilitas masyarakat yang tinggi selalu berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi di berbagai sektor, mulai dari kuliner, ritel, hingga penginapan di daerah.
"Indonesia memang unik. Saat mobilitas tinggi, belanja masyarakat juga ikut melesat. Kita bisa melihat indeks keyakinan konsumen naik tajam, penjualan elektronik meningkat, dan ekonomi lokal di daerah tujuan mudik pun bergerak hidup," pungkasnya.(*).