Pemerintah Malaysia Beri Subsidi BBM untuk Semua Warga, Dibatasi 300 Liter per Bulan

news.fin.co.id - 12/02/2026, 15:33 WIB

Pemerintah Malaysia Beri Subsidi BBM untuk Semua Warga, Dibatasi 300 Liter per Bulan

Semua warga Malaysia mendapat subsidi BBM, yang dibatasi 300 liter per bulan.

fin.co.id - Pemerintah Malaysia bertekad menghemat setidaknya RM2,5 miliar (US$636,8 juta) dalam subsidi bahan bakar RON95 tahun ini. Hal itu ditegaskan oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Ia juga menegaskan kembali keputusan pemerintah untuk mempertahankan subsidi menyeluruh bagi semua warga lokal dengan cara yang lebih terarah.

“Pemerintah tidak mengadopsi rekomendasi Bank Dunia - dan beberapa ekonom - untuk membiarkan harga bahan bakar mengambang dan hanya memberikan bantuan tunai kepada masyarakat miskin,” kata Anwar kepada parlemen Malaysia, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa jika Malaysia mengikuti usulan Bank Dunia, inflasi akan melonjak, yang akan semakin membebani rakyat.

Advertisement

Sebelumnya, pemerintah Malaysia menghabiskan RM20 miliar per tahun untuk subsidi menyeluruh bensin RON95. Kebijakan ini menurut Anwar secara tidak adil menguntungkan para penerima penghasilan tinggi serta warga asing.

Subsidi Tak Tepat Sasaran Akibatkan Kebocoran

Anwar juga mencatat, bahwa subsidi yang tidak tepat sasaran telah mengakibatkan kebocoran yang berlebihan, termasuk penyalahgunaan dan penyelundupan lintas batas.

Hal ini memberikan tekanan berat pada keuangan publik, dan pemerintah tidak punya pilihan selain mereformasi subsidi bahan bakar.

Pada September tahun lalu, Anwar yang juga menjabat sebagai menteri keuangan, telah mengumumkan bahwa semua warga Malaysia, tanpa memandang pendapatan, akan menikmati harga RON95 bersubsidi sebesar RM1,99 per liter, turun dari sebelumnya RM2,05 per liter.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, bahan bakar RON95 bersubsidi dibatasi hingga 300 liter per bulan.

Untuk menargetkan subsidi bagi warga lokal, warga asing dengan kendaraan terdaftar di Malaysia sekarang harus membayar harga RON95 tanpa subsidi sekitar RM2,60 per liter.

Sementara sebelumnya mereka dapat memperoleh manfaat dari subsidi karena kelayakan dikaitkan dengan mobil tetapi bukan kewarganegaraan.

"Penghematan sebesar RM2,5 miliar yang diproyeksikan untuk tahun 2026 merupakan hasil dari pengurangan kebocoran subsidi. Sindikat penyelundupan ke negara-negara tetangga juga telah dibatasi," kata Anwar.

Advertisement

Anwar juga menyampaikan apresiasi atas “kewaspadaan” masyarakat dalam melaporkan upaya pengemudi kendaraan berplat nomor asing untuk membeli RON95.

“Sikap ini patut dipuji, karena tidak hanya membela hak-hak warga negara Malaysia, tetapi juga mencerminkan kebanggaan dan identitas nasional,” katanya.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID