Cisadane Tercemar Pestisida, 1.500 Liter Ekoenzim Diguyur ke Sungai

news.fin.co.id - 13/02/2026, 19:35 WIB

Cisadane Tercemar Pestisida, 1.500 Liter Ekoenzim Diguyur ke Sungai

Sebanyak 1.500 liter cairan ekoenzim dikucurkan ke aliran sungai Cisadane sebagai upaya menetralisir polutan secara organik. (rfh)

fin.co.id -  Pemerintah Kota Tangerang bersama jejaring relawan menempuh langkah darurat untuk memulihkan kualitas air Sungai Cisadane yang terindikasi tercemar sejak awal pekan ini. Sebanyak 1.500 liter cairan ekoenzim dikucurkan ke aliran sungai sebagai upaya menetralisir polutan secara organik, Jumat (13/2/2026).

Langkah proaktif ini diambil menyusul terdeteksinya dugaan pencemaran pada Senin (9/2) malam lalu. Pemulihan sungai yang menjadi urat nadi air baku warga Tangerang tersebut dilakukan dengan melibatkan unsur lintas sektoral, mulai dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, hingga relawan dari PMI, MDMC, Saka Patriot, serta akademisi dari Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) dan Perguruan BPK Penabur.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan dengan teknik penyemprotan menggunakan tangki khusus (spray tank). Hal ini dilakukan agar distribusi larutan fermentasi organik tersebut merata di titik-titik yang terdampak pencemaran.

"Petugas juga menyisir aliran sungai menggunakan perahu untuk menjangkau area sulit, sekaligus mengangkat sampah dan bangkai hewan yang ditemukan di lokasi guna mencegah pembusukan lebih lanjut," ujar Mahdiar.

Advertisement

Ekoenzim dipilih karena sifatnya yang ramah lingkungan. Cairan hasil fermentasi limbah organik ini dipercaya mampu membantu mengurai zat pencemar sekaligus meminimalisir aroma tidak sedap yang sempat mengganggu kenyamanan warga di sekitar bantaran sungai.

Di balik aksi ini, terselip cerita tentang kepedulian komunitas yang bergerak cepat. Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Tangerang, Yan Evries, mengungkapkan bahwa aksi kolaboratif ini lahir dari kegelisahan bersama melihat kondisi sungai yang kian memprihatinkan.

"Berawal dari diskusi santai tadi pagi, siang kami langsung berkoordinasi, dan sore ini langsung terealisasi di lapangan. Hari ini kami tuangkan 500 liter sebagai tahap awal, dan sisanya akan kami lakukan secara berkala," tutur Yan.

Upaya kolektif ini bukan sekadar pembersihan teknis, melainkan wujud komitmen menjaga keberlangsungan Sungai Cisadane sebagai sumber kehidupan utama masyarakat. Pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan baku mutu air sebelum didistribusikan kembali ke rumah-rumah warga.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.