Mimpi Punya Rumah yang Akhirnya Jadi Nyata bagi Nelayan di Mauk Tangerang 

news.fin.co.id - 13/02/2026, 16:01 WIB

Mimpi Punya Rumah yang Akhirnya Jadi Nyata bagi Nelayan di Mauk Tangerang 

Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Habitat for Humanity Indonesia meresmikan 110 unit rumah layak huni bagi nelayan di Mauk, Kabupaten Tangerang. (Rikhi Ferdian)

fin.co.id -  Sebanyak 110 keluarga nelayan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini tidak lagi harus mencemaskan kondisi hunian mereka. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Habitat for Humanity Indonesia meresmikan 110 unit rumah layak huni pada Jumat (13/2/2026).

Pembangunan yang dimulai sejak 2024 ini menyasar para nelayan yang sebelumnya tinggal di hunian tidak layak tanpa kepastian kepemilikan lahan. Kini, mereka menempati rumah sehat yang dilengkapi dengan sertifikasi tanah dan infrastruktur dasar yang memadai.

"Kami meresmikan 110 unit rumah layak huni yang sudah ditempati masyarakat nelayan. Ini adalah hasil kolaborasi pemerintah daerah, Habitat, koperasi, hingga donatur," ujar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, di lokasi peresmian.

Kawasan hunian baru ini tidak hanya sekadar deretan rumah. Pemkab Tangerang juga membangun jalan beton, sistem drainase, jaringan air bersih, hingga fasilitas sosial seperti Posyandu dan balai warga.

Advertisement

"Ke depan, kami akan pasang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan menyiapkan sarana pendidikan jika jumlah penduduk terus bertambah. Tujuannya agar lingkungan ini benar-benar sehat dan aman untuk tumbuh kembang keluarga," tambah Maesyal.

Selain hunian, fokus utama program ini adalah peningkatan kesejahteraan. Pemerintah memberikan bantuan alat tangkap ikan dan cool box untuk mendukung produktivitas nelayan di laut.

Sementara itu, para istri nelayan didorong untuk mengolah hasil tangkapan menjadi produk olahan bernilai tambah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga di pesisir utara Tangerang.

Sutrisno, salah satu nelayan penerima manfaat, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menunjukkan rumah barunya. Baginya, memiliki rumah yang kokoh adalah mimpi yang lama terpendam.

"Dulu kami tinggal di rumah yang sangat sederhana, jauh dari kata layak. Sekarang, alhamdulillah, anak-anak bisa tidur dengan nyaman dan aman. Kami sangat berterima kasih," ucap Sutrisno.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyatakan bahwa kepastian hunian adalah fondasi bagi masyarakat untuk menata masa depan yang lebih baik

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.