Nasional . 14/02/2026, 15:35 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ
Redaksi ini menekankan bahwa puasa dilakukan pada tahun berjalan dalam rangka menunaikan kewajiban Ramadhan.
Dalam pandangan madzhab Syafi’i, niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Ketentuan ini dijelaskan oleh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’.
Beliau menerangkan bahwa puasa Ramadhan, puasa qadha, maupun puasa nazar wajib diniatkan sejak malam hari, berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
Artinya, setiap hari dalam bulan Ramadhan memerlukan niat tersendiri. Tidak cukup satu niat untuk satu bulan penuh menurut pendapat yang kuat dalam madzhab ini.
Perbedaan bacaan niat puasa Ramadhan pada dasarnya hanya persoalan teknis bahasa Arab. Substansinya tetap sama. Yaitu berpuasa karena Allah SWT untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan. Yang Terpenting dalam Niat Puasa:
Pada akhirnya, sah atau tidaknya puasa bukan ditentukan oleh panjang pendeknya lafaz yang diucapkan, melainkan oleh ketulusan niat yang tertanam dalam hati karena Allah Ta’ala.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media