7 Bacaan Niat Puasa Ramadhan yang Sah Menurut Ulama
Niat puasa Ramadhan lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti & penjelasan perbedaan gramatikal. Berikut dalil madzhab Syafi’i tentang niat malam hari berpuasa
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Dalam susunan ini, kata Ramadhāni dibaca kasrah karena menjadi mudhaf ilaihi serta mengikuti struktur gramatikal berikutnya. Perubahan ini tetap tidak memengaruhi makna niat.
4. Versi Singkat dan Praktis
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ
Baca Juga
Latin:
Nawaitu shauma Ramadhāna
Arti:
“Aku berniat puasa bulan Ramadhan.”
Lafal ini lebih ringkas, namun tetap sah selama niat benar-benar dihadirkan dalam hati sebelum berpuasa.
Baca Juga
5. Niat dengan Tambahan Kata “Min” atau “’An”
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ/عَنْ رَمَضَانَ
Tambahan kata “min” atau “’an” tetap menunjukkan maksud berpuasa esok hari sebagai bagian dari ibadah Ramadhan.