Jika informasi tersebut akurat, maka Graphite masuk dalam kategori spyware generasi terbaru yang memanfaatkan celah sistem tanpa perlu korban mengklik tautan apa pun.
Lebih Canggih dari Pegasus?
Selama ini, publik lebih mengenal Pegasus sebagai simbol spyware kelas dunia. Namun sejumlah analis menyebut Graphite memiliki pendekatan berbeda.
Jika Pegasus dikenal melalui eksploitasi pesan instan, Graphite disebut lebih modular dan fleksibel, memungkinkan integrasi dengan berbagai platform sistem operasi.
Meski detail teknisnya masih terbatas, kebocoran visual yang sempat muncul memberi gambaran arsitektur sistem backend yang kompleks dan terpusat.
Insiden ini kembali membuka diskusi lama tentang batas penggunaan teknologi pengawasan.
Di satu sisi, perusahaan seperti Paragon mengklaim produknya ditujukan untuk membantu penegakan hukum dan kontra-terorisme.
Di sisi lain, sejarah menunjukkan spyware kerap disalahgunakan untuk memata-matai aktivis, jurnalis, hingga oposisi politik.
Kebocoran sekecil apa pun dari perusahaan dengan reputasi sangat tertutup langsung menjadi sorotan internasional.
Satu unggahan LinkedIn yang mungkin dianggap sepele justru membuka diskusi global tentang keamanan siber tingkat tinggi.