Fin.co.id - Tahun Baru Imlek bukan sekadar pesta kembang api dan makan besar. Di balik dekorasi merah yang meriah, tersimpan strategi "magnet rezeki" berdasarkan ilmu Feng Shui yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun.
Pakar Feng Shui kenamaan, Yulius Fang, mengungkapkan menghadirkan keberuntungan adalah kebutuhan setiap individu, tanpa memandang usia maupun gender.
Langkah paling krusial untuk menarik energi positif (Qi) ke dalam hunian pada malam pergantian tahun atau Sincia adalah dengan membiarkan rumah "bernapas".
Tradisi membuka lebar seluruh pintu dan jendela, serta memastikan setiap sudut ruangan terang benderang dengan menyalakan semua lampu, dipercaya sebagai cara mengundang kemakmuran masuk tanpa hambatan.
"Semua orang butuh satu keberuntungan dalam hidup. Itulah mengapa Feng Shui, Astrologi, hingga Bazi berusaha keras menghadirkan energi hoki tersebut ke dalam diri dan lingkungan kita," kata Pakar Feng Shui, Yulius Fang.
Misteri Tulisan 'Fu' Terbalik, Mengapa Harus Terjungkir?
Salah satu pemandangan paling ikonik saat Imlek adalah stiker atau kaligrafi karakter Mandarin "Fu" yang berarti keberuntungan.
Namun, Anda mungkin sering melihat karakter ini dipasang secara terbalik. Ternyata, ini bukan sebuah kesalahan!
Dalam filosofi Tionghoa, kata "terbalik" (dao) memiliki bunyi yang mirip dengan kata "datang". Jadi, memasang simbol keberuntungan secara terbalik melambangkan doa agar hoki segera "datang" atau "tumpah" langsung ke arah penghuni rumah.
Ini adalah simbolisme visual bahwa rezeki sudah berada di ambang pintu dan siap memenuhi bejana kehidupan Anda.
Selain ornamen kertas, keberadaan buah-buahan di atas meja makan memiliki peran vital sebagai penyeimbang energi.
Yulius Fang menjelaskan apel dan jeruk bukan sekadar camilan, melainkan pembawa pesan spiritual:
- Apel (Ping An): Memiliki pelafalan yang mirip dengan kata "damai" atau "selamat". Menyajikan apel di rumah adalah harapan agar sepanjang tahun penghuni selalu dalam keadaan aman, harmonis, dan terjaga dari marabahaya.
- Jeruk (Ju): Identik dengan emas dan kekayaan. Warnanya yang kuning keemasan melambangkan kemakmuran yang terus tumbuh.
Menariknya, buah-buahan ini sangat disarankan untuk tetap dipajang baik saat suasana Imlek maupun di hari-hari biasa guna menjaga stabilitas energi damai di dalam rumah.