Aparat Kejar Pelaku Penembakan Pilot di Korowai, Pengamanan Diperketat

news.fin.co.id - 18/02/2026, 12:11 WIB

Aparat Kejar Pelaku Penembakan Pilot di Korowai, Pengamanan Diperketat

Aparat gabungan masih memburu pelaku penembakan terhadap dua pilot pesawat perintis di wilayah Korowai, Papua.

fin.co.id – Aparat gabungan masih memburu pelaku penembakan terhadap dua pilot pesawat perintis di wilayah Korowai, Papua. Di tengah proses pengejaran, pengamanan diperketat di sejumlah titik strategis, termasuk bandara-bandara kecil yang menjadi akses utama masyarakat setempat.

Insiden yang terjadi pada 11 Februari 2026 itu mengguncang warga Korowai, kawasan terpencil di Kabupaten Boven Digoel yang sepenuhnya bergantung pada transportasi udara. Di wilayah dengan akses darat yang belum tersedia tersebut, pesawat perintis menjadi satu-satunya jalur keluar-masuk orang dan logistik.

Dalam perkembangan terbaru, empat orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan dan pembakaran fasilitas umum di Kabupaten Yahukimo telah diamankan aparat. Sementara itu, pengejaran terhadap pelaku penembakan terus dilakukan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejoe mengatakan, solidaritas warga pascainsiden menunjukkan betapa vitalnya peran penerbangan perintis bagi masyarakat Korowai.

Advertisement

“Masyarakat Korowai sangat bergantung pada pesawat. Itu satu-satunya akses masuk. Jalur darat belum ada dan wilayahnya sangat terpencil,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 18 Februari 2026.

Di tengah duka, kepedulian warga justru menguat. Sejumlah penumpang yang selamat dari insiden tersebut secara sukarela mengumpulkan dana dan menyerahkannya kepada perwakilan pilot maskapai Smart Air sebagai bentuk empati dan belasungkawa.

Korowai dikenal dengan bentang hutan lebat dan medan yang sulit dijangkau. Jumlah penduduk di kawasan ini diperkirakan sekitar 100 kepala keluarga, dengan fasilitas publik yang sangat terbatas. Hanya terdapat satu sekolah dasar swasta dan layanan kesehatan minimal. Permukiman warga pun terkonsentrasi di sekitar landasan kecil yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial.

Kapolres Boven Digoel bersama sekitar 300 personel harus mengamankan wilayah yang sangat luas dengan tantangan geografis ekstrem. Menindaklanjuti arahan pimpinan Polri, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menambah kekuatan personel dengan dukungan Sat Brimob Polda Papua, unsur Reskrim, serta Polres Yahukimo.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat menjadi prioritas utama.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, pilot, sopir, hingga pekerja pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Penegakan hukum dilakukan profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” katanya.

Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan, dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan kini dalam proses pendalaman. Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, pelaku diperkirakan menggunakan tiga hingga empat senjata api laras panjang. Sebagian lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Aparat masih mendalami jenis serta asal-usul senjata api yang digunakan.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, menambahkan bahwa langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi, dengan mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif.

“Kami memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis berjalan. Pengamanan bandara, patroli, dan koordinasi lintas satuan terus ditingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujarnya.

Advertisement

Koordinasi dengan unsur TNI di Tanah Merah juga diperkuat, terutama untuk menjaga keamanan bandara-bandara kecil yang operasionalnya masih bergantung pada genset dan fasilitas serba terbatas. Aparat menegaskan komitmen untuk memulihkan situasi keamanan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Rafi Adhi/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID