2. Versi Riwayat Abdullah bin ‘Umar (Khusus Berbuka dengan Air)
Doa ini mengandung filosofi fisik dan spiritual yang mendalam, menggambarkan kembalinya kesegaran tubuh setelah berpuasa.
Lafal
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin
Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah
Artinya
“Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah."
Rahasia Urutan Doa Menurut Kitab I'anah at-Thalibin
Seringkali muncul perdebatan, mana doa yang lebih utama? Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi dalam kitab monumental Hasyiyah I'anah at-Thalibin memberikan solusi yang sangat indah untuk menggabungkan keduanya.
Menurut penjelasan beliau, doa utama yang disunnahkan secara umum adalah riwayat Mu'adz bin Zuhrah.
Namun, terdapat "bonus" pahala dan adab jika Anda berbuka dengan air putih. Berikut tata caranya:
Membaca Doa Pertama
Bacalah doa pertama (Allahumma laka shumtu) sebagai bentuk pembuka syukur.