UNDP: Pembersihan Puing-puing Gaza Bisa Memakan Waktu 7 Tahun

news.fin.co.id - 18/02/2026, 20:36 WIB

UNDP: Pembersihan Puing-puing Gaza Bisa Memakan Waktu 7 Tahun

Gaza mengalami kehancuran total selama perang dua tahun Hamas-Israel.

fin.co.id - Program Pembangunan PBB (UNDP) mengatakan bahwa pembersihan puing-puing Gaza bisa memakan waktu tujuh tahun, dengan kecepatan pembersihan puing seperti saat ini.

Dalam briefing virtual dari Yerusalem setelah kunjungan baru-baru ini ke Jalur Gaza, kepala UNDP Alexander De Croo menggambarkan situasi kemanusiaan sebagai yang terburuk yang pernah dilihatnya selama bertahun-tahun bekerja di bidang pembangunan.

"Ini adalah kondisi hidup terburuk yang pernah saya lihat, kondisi yang sangat menyakitkan untuk ditinggali," kata De Croo, dikutip Anadolu, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menambahkan, bahwa saat ini 90% penduduk Gaza tinggal di tengah puing-puing itu, kondisi yang sangat berbahaya. De Croo juga mencatat, bahwa upaya pemulihan UNDP difokuskan pada tiga area Utama.

Advertisement

Yang pertama adalah pembersihan puing dan sampah padat. "Pembersihan puing, kami telah menyelesaikan sekitar 0,5% dari total," kata De Croo.

Ia menekankan perlunya peningkatan wewenang dan kapasitas untuk mempercepat pembersihan puing dan daur ulang.

De Croo mengatakan perumahan sementara adalah prioritas kedua, karena "90% penduduk tinggal di tempat yang bahkan tidak bisa disebut tenda. "Maksud saya, ini tenda yang sangat, sangat sederhana," ujarnya.

Kebutuhan Rumah Jauh Lebih Tinggi Dibanding yang Tersedia

Hingga kini, UNDP telah membangun 500 unit perumahan pemulihan dan memiliki 4.000 unit yang siap, tetapi kebutuhan jauh melebihi pasokan saat ini, jelasnya.

"Antara 200.000-300.000 unit diperlukan untuk memberi orang kehidupan yang lebih baik, bukan kehidupan yang seharusnya mereka miliki, tetapi kehidupan yang lebih baik daripada yang tersedia saat ini," tambahnya.

Ia mengatakan bahwa area ketiga adalah menghidupkan kembali sektor swasta Gaza, yang sebagian besar telah mengalami hibernasi. "Program pemulihan mencakup investasi terbatas dan skema kerja berbayar," katanya.

Untuk memperluas bantuan, De Croo mengatakan UNDP memiliki "satu permintaan besar kepada otoritas Israel, yaitu akses yang lebih luas" untuk material, unit perumahan, dan dukungan untuk bisnis swasta.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID