Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Prabowo, Mensesneg Buka Suara soal Ancaman Misterius!

news.fin.co.id - 19/02/2026, 12:26 WIB

Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Prabowo, Mensesneg Buka Suara soal Ancaman Misterius!

Mensesneg Prasetyo Hadi

fin.co.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat suara terkait dugaan intimidasi yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, setelah ia menyampaikan kritik atas kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Prasetyo menyatakan belum memperoleh informasi mengenai siapa pihak yang berada di balik aksi teror tersebut. Meski begitu, ia menegaskan, menyampaikan kritik maupun masukan merupakan hak yang dilindungi konstitusi.

“Kalau teror kita enggak tahu siapa yang menteror, ya. Tapi kalau berkenaan dengan apa yang disampaikan, menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu, 18 Februari 2026.

Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap bentuk kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan tetap menjunjung etika.

Advertisement

"Tentu kita mengimbau kepada semuanya, ya, untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab, adab-adab ketimuran gitu loh," kata Prasetyo.

Ia menekankan pentingnya menjaga tata krama dalam berpendapat, termasuk tidak menggunakan diksi yang tidak pantas. Imbauan tersebut, menurutnya, berlaku bagi semua pihak, bukan hanya mahasiswa atau kelompok tertentu.

"Hindari lah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik, gitu. Ini berlaku untuk siapa pun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM, gitu," ucapnya.

Terkait laporan ancaman yang disebut-sebut juga menyasar keluarga Ketua BEM UGM, Prasetyo memastikan hal itu akan ditelusuri lebih lanjut. "Nanti kita kita cek lah," pungkasnya.

Sebelumnya, Tiyo Ardianto dilaporkan menerima pesan bernada ancaman melalui WhatsApp dari nomor dengan kode negara Inggris (+44). Pesan tersebut diterima empat hari setelah ia menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak mampu memastikan pemenuhan hak dasar anak, menyusul tragedi bunuh diri di NTT.

Ancaman yang masuk tidak hanya memuat isu penculikan, tetapi juga serangan terhadap reputasi pribadi Tiyo.

“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan ancaman yang diterima Tiyo.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID