Ia menyebut beberapa wilayah seperti Konawe Selatan di Sulawesi Tenggara, hingga Papua seperti Merauke dan Manokwari. Di daerah-daerah tersebut, menemukan sekolah dengan kategori unggul masih menjadi tantangan tersendiri.
"Padahal kita yakin banyak potensi-potensi yang ada di daerah-daerah itu yang memiliki kemampuan yang tidak kalah misalnya dengan anak-anak yang ada di Jawa," jelasnya.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa kualitas siswa di luar Jawa lebih rendah. Menurut pemerintah, persoalannya bukan pada kemampuan anak, melainkan akses terhadap pendidikan yang merata dan berkualitas.
Empat Lokasi SMA Unggul Garuda Baru 2026
Program SMA Unggul Garuda Baru 2026 menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan. Sekolah ini dirancang sebagai sekolah unggulan dengan standar tinggi, baik dari sisi kurikulum, fasilitas, maupun tenaga pendidik.
Empat lokasi yang saat ini tengah dibangun diproyeksikan mulai menerima siswa pada Juni 2026. Meski tidak berada di Pulau Jawa, sekolah-sekolah ini diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan unggulan di wilayah masing-masing.
Kebijakan ini juga selaras dengan visi Kemendikti Saintek untuk memperluas akses pendidikan sains dan teknologi di seluruh Indonesia, bukan hanya terpusat di kota-kota besar di Jawa.
Pemerataan Pendidikan Jadi Prioritas
Najib menegaskan bahwa salah satu alasan utama pembangunan Sekolah Garuda di luar Jawa adalah pemerataan pendidikan. Pemerintah ingin memastikan seluruh daerah di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses sekolah berkualitas.
"Itu yang kedua yang menjadi alasan kenapa kemudian dibangun Sekolah Garuda di berbagai daerah," ujarnya.
Dengan hadirnya SMA Unggul Garuda di berbagai wilayah, diharapkan siswa tidak lagi harus pergi jauh atau bahkan ke luar negeri demi mendapatkan pendidikan terbaik. Pemerintah ingin talenta muda di daerah berkembang di tanah kelahirannya sendiri.
Keputusan tidak membangun Sekolah Garuda di Jawa memang memunculkan pertanyaan di masyarakat. Namun jika dilihat dari sudut pandang pemerataan dan keadilan akses pendidikan, kebijakan ini menjadi langkah strategis jangka panjang.
Indonesia memiliki potensi besar di berbagai daerah, mulai dari NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, hingga Papua. Dengan dukungan fasilitas pendidikan unggulan, potensi tersebut diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Program SMA Unggul Garuda 2026 menjadi simbol komitmen pemerintah bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya milik daerah maju. Semua anak bangsa, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan sekolah yang bagus dan setara.
Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, Juni 2026 akan menjadi tonggak baru lahirnya pusat-pusat pendidikan unggulan di luar Jawa—membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang tanpa harus meninggalkan daerah asalnya. (*)