Jangan Tergiur Harga MURAH! Ini Tips Membeli Rumah Baru agar Terhindar dari Risiko Banjir dan Bencana

news.fin.co.id - 21/02/2026, 15:09 WIB

Jangan Tergiur Harga MURAH! Ini Tips Membeli Rumah Baru agar Terhindar dari Risiko Banjir dan Bencana

Foto udara banjir yang menggenangi perumahan Puri Nirwana Residence, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/2/2023).

fin.co.id - Apakah Anda sedang berencana membeli rumah baru? Kalau iya, jangan hanya terpikat desain fasad yang cantik atau akses dekat stasiun dan tol. Ada satu hal krusial yang sering terlewat: potensi bencana di kawasan tersebut, terutama banjir.

Tak sedikit calon pembeli yang tergoda dengan brosur manis bertuliskan “Kawasan Bebas Banjir”. Namun kenyataannya, setelah satu tahun akad kredit berjalan, justru sibuk membersihkan lumpur akibat banjir atau menghadapi dinding rumah yang retak karena pergeseran tanah.

Di era krisis iklim seperti sekarang, memilih hunian tidak bisa asal. Kita perlu cermat, kritis, dan berani menggali informasi lebih dalam agar tidak seperti “membeli kucing dalam karung”. Berikut panduan lengkap yang bisa Anda jadikan pegangan sebelum memutuskan membeli rumah baru.

Advertisement
  1. Cek Riwayat Lahan: Bekas Rawa Tetaplah Rawa

Banyak kawasan perumahan dibangun di atas lahan hasil urukan. Masalahnya, air punya “ingatan”. Lahan yang dulunya rawa, empang, sawah, atau daerah tangkapan air cenderung kembali tergenang saat hujan ekstrem turun.

Tips praktis:

  • Jangan survei hanya saat cuaca cerah. Datanglah ketika hujan deras atau setelahnya.

  • Perhatikan apakah air cepat meresap atau justru menggenang di jalan depan rumah.

  • Tanyakan kepada warga sekitar (bukan marketing perumahan) tentang riwayat banjir dalam 5–10 tahun terakhir.

Sering kali informasi paling jujur justru datang dari tukang warung atau warga lama yang sudah bertahun-tahun tinggal di sekitar lokasi.

  1. “Audit” Drainase dan Topografi Kawasan

Selokan yang terlihat rapi belum tentu efektif. Coba perhatikan ke mana aliran air bermuara. Sistem drainase yang baik harus memiliki saluran pembuangan akhir yang lebih rendah dan tidak tersumbat.

Hal penting lainnya adalah topografi atau kontur tanah. Jika posisi perumahan lebih rendah dari sungai di dekatnya, risiko banjir semakin besar. Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Jadi, pahami betul elevasi kawasan tersebut.

Jangan ragu bertanya:

Advertisement
  • Apakah ada kolam retensi?

  • Apakah kawasan memiliki pompa air?

  • Bagaimana sistem pengelolaan air saat hujan ekstrem?

  1. Gunakan Teknologi: Cek “Rapor” Bencana Lewat Aplikasi

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID