Saat ini mulai banyak pengembang yang mengusung konsep keberlanjutan dan mitigasi risiko bencana. Ini bisa menjadi nilai tambah yang signifikan.
Beberapa indikator kawasan yang lebih aman antara lain:
-
Memiliki kolam retensi
-
Menggunakan sistem ekodrainase
-
Tersedia sumur resapan kolektif
-
Struktur bangunan mengikuti standar tahan gempa
-
Ruang terbuka hijau yang cukup luas
Konsep seperti ini menunjukkan bahwa pengembang tidak hanya mengejar penjualan, tetapi juga memikirkan keberlanjutan jangka panjang.
Kenapa Literasi Kebencanaan Penting Saat Membeli Rumah?
Indonesia adalah negara yang rawan bencana, mulai dari banjir, gempa bumi, hingga longsor. Karena itu, literasi kebencanaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Rumah adalah investasi jangka panjang. Cicilan bisa 15–20 tahun. Jangan sampai setiap musim hujan Anda justru cemas menunggu air naik.
Membeli rumah bukan hanya soal harga dan desain, tetapi juga soal keamanan, kenyamanan, dan ketenangan hidup dalam jangka panjang.
Dengan melakukan survei menyeluruh, memanfaatkan teknologi seperti InaRISK, serta memahami riwayat lahan dan sistem drainase, Anda bisa meminimalkan risiko.
Semoga tips membeli rumah baru agar terhindar dari banjir dan bencana ini membantu Anda menemukan hunian yang bukan hanya indah, tetapi juga aman dan minim risiko di masa depan. (*)