Stella menekankan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan keluarga, termasuk bagi diaspora yang tinggal di luar negeri.
“Kemampuan berbahasa Indonesia tidak pernah menjadi beban, bahkan bisa menjadi senjata ampuh,” ujarnya. Ia bahkan menyebut suaminya yang berasal dari Polandia diwajibkan bisa berbahasa Indonesia di rumah.
Kronologi Viral Alumni LPDP
Polemik bermula dari unggahan akun Instagram @sasetyaningtyas yang memperlihatkan surat dari Home Office Inggris tentang kewarganegaraan anaknya.
Dalam video tersebut, ia menyatakan keinginannya agar anak-anaknya memiliki paspor asing.
“I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan,” ujarnya dalam video yang kemudian viral.
Pernyataan tersebut memicu reaksi publik, mengingat yang bersangkutan merupakan penerima beasiswa LPDP.
Tak lama setelah viral, yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka. Ia mengakui pemilihan kata yang digunakan tidak tepat dan berpotensi menyinggung identitas sebagai Warga Negara Indonesia.