fin.co.id - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah utara Sabah, Malaysia, pada Senin dini hari pukul 01:57:46 WITA. Meski kekuatannya cukup besar, getarannya turut dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia, khususnya Kaltara.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki magnitudo 7,1. Episenter gempa berada pada koordinat 6.94° LU dan 116.26° BT, tepatnya di laut sekitar 109 kilometer timur laut Kota Kinabalu, Malaysia, dengan kedalaman mencapai 628 kilometer.
Jika dilihat dari lokasi dan kedalamannya, gempa ini tergolong sebagai gempa dalam. Peristiwa tersebut dipicu oleh aktivitas deformasi di dalam lempeng laut Filipina.
BMKG juga menjelaskan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust-fault. Karakteristik ini menunjukkan adanya kombinasi pergeseran horizontal dan vertikal pada struktur patahan di dalam bumi.
Hasil analisis percepatan tanah serta pemodelan peta guncangan (shakemap) menunjukkan bahwa dampak getaran dirasakan di beberapa wilayah Kalimantan Utara.
Di Nunukan, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, dengan sensasi seperti ada truk besar yang melintas. Sementara di Tarakan, intensitas gempa tercatat pada skala II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Meski demikian, hasil pemodelan BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami sehingga masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. *