Kesehatan . 26/02/2026, 12:52 WIB

Hukum Membatalkan Puasa karena Tidak Kuat Menurut Islam, Ini Penjelasan Lengkap dan Konsekuensinya

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Pilih makanan dengan karbohidrat kompleks, protein, serat, serta lemak sehat agar energi bertahan lebih lama.

Cukupi Asupan Air Putih

Minum minimal delapan gelas air antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.

Istirahat yang Cukup

Tidur yang cukup membantu menjaga stamina dan konsentrasi selama berpuasa.

Hindari Aktivitas Berat Berlebihan

Jika memungkinkan, kurangi aktivitas fisik berat yang menguras tenaga.

Konsumsi Vitamin Jika Perlu

Berkonsultasilah dengan dokter apabila memerlukan suplemen tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Hukum membatalkan puasa karena tidak kuat dalam Islam pada dasarnya diperbolehkan jika memang memenuhi syarat tertentu, seperti sakit berat, kondisi darurat, atau ancaman serius terhadap kesehatan.

Namun jika hanya sekadar rasa lapar dan haus biasa, maka tetap wajib menyempurnakan puasa hingga waktu berbuka.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk memaksakan diri hingga membahayakan kesehatan. Di sisi lain, setiap keringanan yang diberikan tetap disertai tanggung jawab, baik berupa qadha maupun fidyah.

Dengan memahami aturan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih tenang, bijak, dan sesuai tuntunan syariat. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com