Arab Saudi Stop Impor Ayam dan Telur dari Indonesia, Ini Alasan Kementan

news.fin.co.id - 27/02/2026, 16:18 WIB

Arab Saudi Stop Impor Ayam dan Telur dari Indonesia, Ini Alasan Kementan

Pedagang telur ayam di pasar Tigaraksa Tangerang

Data menunjukkan ekspor produk olahan daging ayam (HS 16023290) ke Arab Saudi pada 2023 mencapai 19 ton dengan nilai sekitar USD 294.654.

Sementara ekspor produk olahan ayam lainnya (HS 210390) pada 2024 tercatat menembus lebih dari USD 132 juta.

Pada 2025, Indonesia juga memperoleh izin ekspor produk unggas heat-treated retort sterilized atau sterilisasi komersial, seperti semur ayam, opor ayam, dan rendang ayam untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menegaskan pembatasan sanitari oleh negara mitra merupakan praktik reguler berbasis risiko.

“Pemerintah terus memperkuat biosekuriti, surveilans penyakit, serta transparansi data agar sistem kesehatan hewan nasional memenuhi standar internasional,” ujarnya.

Pendekatan zonasi dan kompartemen menjadi instrumen penting dalam membuka akses pasar secara bertahap.

Selain itu, sistem sertifikasi kesehatan veteriner juga diselaraskan dengan standar Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH), termasuk peningkatan ketertelusuran dan audit fasilitas ekspor.

Kementan memastikan komunikasi teknis dengan otoritas Arab Saudi terus dilakukan guna memperjelas persyaratan, memperkuat kerja sama veteriner, serta membuka peluang pemulihan akses pasar, khususnya melalui jalur produk olahan yang telah memenuhi standar sanitari internasional.

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

Penulis FIN.CO.ID