Dana Dialokasikan untuk Proyek Infrastruktur Raksasa
Presiden AOT, Paweena Jariyathitipong, menjelaskan bahwa pendapatan tambahan dari kenaikan PSC akan digunakan untuk proyek infrastruktur besar.
Salah satu proyek utama adalah pembangunan Terminal Selatan di Bandara Suvarnabhumi dengan nilai investasi lebih dari 200 miliar baht atau sekitar Rp108 triliun. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kenyamanan penumpang seiring melonjaknya jumlah wisatawan internasional.
Selain pembangunan fisik, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk modernisasi teknologi, termasuk penyediaan kios check-in mandiri dan penerapan sistem biometrik guna mempercepat proses keberangkatan.
Lebih Mahal dari Incheon dan Haneda?
Dengan kenaikan ini, biaya layanan bandara Thailand akan menjadi lebih mahal dibandingkan beberapa bandara kelas dunia seperti Incheon International Airport dan Haneda Airport.
Meski demikian, otoritas Thailand meyakinkan bahwa dampaknya terhadap total biaya perjalanan tetap relatif kecil dibandingkan harga keseluruhan tiket internasional.
Pemerintah berharap investasi strategis di sektor penerbangan ini dapat meningkatkan daya saing Thailand sebagai destinasi wisata global sekaligus memperbaiki efisiensi operasional bandara.
Apa Dampaknya bagi Wisatawan Indonesia?
Bagi wisatawan Indonesia yang sering bepergian ke Bangkok, Phuket, atau Chiang Mai, kenaikan ini tentu akan sedikit memengaruhi harga tiket. Namun karena sudah terintegrasi dalam sistem pemesanan, perubahan harga kemungkinan tidak terlalu terasa secara signifikan.
Yang paling ditunggu publik adalah realisasi perbaikan fasilitas. Jika antrean lebih cepat, layanan lebih nyaman, dan proses imigrasi lebih efisien, maka kenaikan 53 persen ini bisa dianggap sebagai investasi untuk pengalaman perjalanan yang lebih baik. (*)