Tol ini diproyeksikan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan di Tol Jakarta–Cikampek eksisting.
Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo juga akan beroperasi secara fungsional pada Seksi 1 Paket 1.2B Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,23 km. Skemanya dua lajur satu arah untuk Golongan I non bus saat arus balik.
Sementara itu, Tol Yogyakarta–Bawen akan membuka Seksi 6 SS Ambarawa–SS Bawen sepanjang 4,98 km dengan skema satu jalur satu arah secara situasional.
Wilayah Kalimantan
Di Kalimantan, satu ruas tol yang akan difungsikan adalah Tol Akses menuju IKN Nusantara dengan panjang total 55,12 km. Ruas ini mencakup sebagian Seksi IB, 3A, 3A-2, 3B, 3B-2, 5A, 5B, dan 6A.
Pengoperasiannya akan mengikuti pola pengaturan lalu lintas seperti pada periode libur sebelumnya, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan volume kendaraan.
Strategi Kurangi Kemacetan
Pembukaan tol fungsional ini bukan tanpa alasan. Setiap tahun, arus mudik Lebaran selalu diwarnai lonjakan kendaraan pribadi yang signifikan, terutama di jalur Trans Jawa dan Trans Sumatera.
Dengan tambahan hampir 285 km ruas fungsional, pemerintah berharap distribusi kendaraan menjadi lebih merata. Jalur alternatif dapat dimanfaatkan sehingga titik-titik rawan kemacetan bisa ditekan.
Meski berstatus fungsional, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati karena sebagian ruas mungkin masih memiliki keterbatasan fasilitas, seperti rest area atau penerangan. (*)