fin.co.id - Aktivitas penerbangan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) tetap berlangsung normal walaupun terdapat tujuh jadwal penerbangan menuju Timur Tengah dibatalkan, Minggu, 1 Maret 2026.
Pembatalan tersebut terjadi setelah sejumlah wilayah udara ditutup menyusul serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di beberapa titik kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu dikonfirmasi Pelaksana tugas (Pgs) Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap.
"Secara umum operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya untuk rute internasional, hingga saat ini tetap berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku," ujar Aziz.
Ia menjelaskan, pengelola bandara bersama seluruh pemangku kepentingan terus memastikan layanan kepada pengguna jasa berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan.
"Baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang," tuturnya.
Aziz juga menegaskan bahwa koordinasi intensif dilakukan dengan maskapai, otoritas kebandarudaraan, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi dinamika operasional.
"Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan tetap terjaga," lanjut Aziz.
Daftar penerbangan terdampak
Sejumlah penerbangan yang terdampak antara lain Etihad Airways (EY472 tujuan Abu Dhabi), Qatar Airways (QR954 tujuan Doha), Qatar Airways (QR957 tujuan Doha), Emirates (EK357 tujuan Dubai), Etihad Airways (EY475 tujuan Abu Dhabi), Garuda Indonesia (GA900 tujuan Doha), serta Etihad Airways (EY473 tujuan Abu Dhabi).
"Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi–Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha–Jakarta berstatus cancel," ujar Aziz.
Ia menambahkan, penanganan terhadap penumpang yang terdampak dilakukan sesuai prosedur, termasuk pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi dan koordinasi dengan maskapai untuk pengaturan akomodasi maupun penjadwalan ulang.
"Termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan," tegasnya.
Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang rute Timur Tengah agar aktif memantau informasi terkini melalui kanal resmi maskapai atau layanan pelanggan masing-masing.