Dunia Berguncang! Ayatollah Ali Khamenei Tewas Diserang AS-Israel, Jusuf Kalla Sampaikan Duka Mendalam

news.fin.co.id - 01/03/2026, 18:21 WIB

Dunia Berguncang! Ayatollah Ali Khamenei Tewas Diserang AS-Israel, Jusuf Kalla Sampaikan Duka Mendalam

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) - Fajar ILman -

Ringkasan :

  • Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, tewas setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
  • Tujuh roket menghantam dekat kediaman Khamenei di Teheran, merenggut nyawanya.
  • Indonesia, melalui Jusuf Kalla, menyerukan perdamaian di tengah ketidakpastian global yang kian memuncak.

Advertisement

fin.co.id - Dunia diguncang kabar duka sekaligus ketegangan geopolitik yang membara. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinyatakan tewas akibat serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Insiden tragis ini terjadi setelah rangkaian operasi militer sengit yang puncaknya pada 28 Februari 2026, dan akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Presiden AS Donald Trump serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Serangan mematikan ini berpusat di Teheran, ibu kota Iran. Tepatnya, tujuh roket menghantam area yang berdekatan dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut tak terhindarkan merenggut nyawa sang pemimpin tertinggi. Meskipun awalnya berusaha menyangkal, pemerintah Iran akhirnya mengakui kepergian pemimpin mereka pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kekosongan Kekuasaan dan Reaksi Internasional

Kematian mendadak Ali Khamenei menciptakan kekosongan kekuasaan yang sangat signifikan di tengah Iran yang tengah bergejolak. Laporan dari media pemerintah Iran pun akhirnya tidak mampu lagi menutupi fakta pahit ini. Serangan tujuh roket tersebut secara definitif mengakhiri era kepemimpinan Ali Khamenei.

Merespons kabar mengejutkan ini, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan belasungkawa mendalam. Meskipun mengakui Iran sedang menghadapi masa-masa sulit dengan pergolakan internal, JK menilai bahwa kematian seorang pemimpin tertinggi melalui serangan militer adalah sebuah peristiwa yang sangat disayangkan.

"Kita tentu sangat bersedih bahwa pimpinan Iran Ali Khamenei wafat," ujar JK dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu, 1 Maret 2026. "Walaupun tentu juga di Iran sendiri terjadi pergolakan."

JK menyoroti kompleksitas dinamika politik di Iran. Ia memaparkan bahwa ada tiga kelompok besar dengan pandangan berbeda mengenai masa depan negara tersebut. Kelompok-kelompok ini mencakup pemerintah yang berkuasa, kubu yang mendambakan reformasi, serta pendukung monarki lama yang dipimpin oleh Reza Pahlevi. Menurut JK, situasi di Iran saat ini memang tengah menghadapi tekanan demonstrasi yang sudah berlangsung selama sebulan terakhir.

AS dan Israel Mengaku Lakukan Operasi Tempur Besar-Besaran

Operasi militer yang merenggut nyawa Ali Khamenei bukanlah sekadar serangan biasa. Presiden Donald Trump secara gamblang mengonfirmasi bahwa operasi tempur kali ini jauh melampaui skala serangan-serangan sebelumnya yang pernah dilancarkan oleh AS dan Israel. Setelah memastikan target utamanya berhasil dilumpuhkan, Trump bahkan melontarkan pernyataan provokatif, mendesak warga sipil Iran untuk segera mengambil alih tampuk pemerintahan.

Advertisement

Pernyataan Trump ini semakin mempertegas agresi yang dilakukan. Kalimatnya yang menyebutkan "operasi tempur besar-besaran" mengindikasikan intensitas dan skala serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kepastian target utama gugur menjadi semacam "pencapaian" yang dibanggakan oleh AS dan Israel, sekaligus menciptakan ketidakpastian besar bagi masa depan Iran.

Indonesia Serukan Perdamaian di Tengah Ketidakpastian Global

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID