Profil Ayatollah Ali Khamenei: Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS

news.fin.co.id - 01/03/2026, 11:50 WIB

Profil Ayatollah Ali Khamenei: Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS

Profil Ayatollah Ali Khamenei: Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS

fin.co.id - Dunia internasional dikejutkan dengan kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan militer gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Kematian ulama berusia 86 tahun ini menandai berakhirnya era kepemimpinan absolut yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade di Republik Islam tersebut.

Sebagai otoritas tertinggi, Khamenei memegang kendali penuh atas angkatan bersenjata, sistem peradilan, hingga kebijakan luar negeri Iran. Selama menjabat, keputusan-keputusannya selalu berada di atas ketetapan Presiden maupun Parlemen. Media pemerintah Iran pun telah mengonfirmasi kabar ini dan menyebut Khamenei meninggal sebagai "syahid" akibat agresi musuh bebuyutan mereka.

Profil dan Jejak Revolusi sang Ulama Mashhad

Lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Ali Khamenei tumbuh dalam lingkungan keluarga religius yang bersahaja. Ia menempuh pendidikan teologi tingkat lanjut di Qom sebelum akhirnya terjun ke dunia politik praktis. Pada awal 1960-an, ia bergabung dengan gerakan pimpinan Ayatollah Khomeini untuk menumbangkan rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Advertisement

Kegigihannya dalam mengorganisir protes membuat dinas intelijen Shah, SAVAK, berulang kali menjebloskannya ke penjara. Namun, gejolak revolusi pada 1978-1979 mengubah segalanya. Khamenei muncul sebagai tokoh kunci yang memobilisasi dukungan rakyat hingga monarki runtuh dan berganti menjadi Republik Islam.

Perjalanan Karier Politik hingga Puncak Kekuasaan

Pasca-revolusi 1979, karier Khamenei melesat cepat. Ia sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden Iran pada 1981 selama dua periode. Di masa jabatannya sebagai presiden, ia berhasil selamat dari upaya pembunuhan bom yang menyebabkan lengan kanannya cacat permanen.

Titik balik kekuasaannya terjadi pada Juni 1989. Setelah kematian Ruhollah Khomeini, Majelis Pakar menunjuk Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi. Meski awalnya banyak yang meragukan kapasitasnya, ia membuktikan kepiawaiannya dengan mengonsolidasikan kekuatan militer, terutama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan memperkuat pengaruh ideologis Iran di kawasan Timur Tengah.

Menavigasi Sanksi dan Gejolak Domestik

Di bawah kendali Khamenei, Iran konsisten menolak pengaruh Amerika Serikat di kawasan tersebut. Ia memimpin Iran melewati masa-masa sulit, mulai dari pemulihan pasca-perang Iran-Irak hingga sanksi ekonomi Barat yang melumpuhkan. Di dalam negeri, ia seringkali membatasi gerak kaum reformis demi menjaga stabilitas garis keras konservatif.

Namun, masa jabatannya juga tak lepas dari gelombang protes besar. Kematian Mahsa Amini pada 2022 memicu kerusuhan nasional yang luar biasa. Ketegangan kembali memuncak pada akhir 2025 ketika kesulitan ekonomi berubah menjadi demonstrasi anti-rezim massal. Otoritas Iran mencatat lebih dari 3.100 orang tewas dalam bentrokan berdarah antara warga sipil dan aparat keamanan selama periode tersebut.

Program Nuklir dan Diplomasi yang Kandas

Advertisement

Isu nuklir menjadi warisan paling kompleks dari era Khamenei. Meski sempat menyetujui Kesepakatan Nuklir (JCPOA) pada 2015, ia selalu menaruh skeptisisme tinggi terhadap Washington. Sikapnya terbukti benar di matanya sendiri ketika AS di bawah Donald Trump menarik diri secara sepihak pada 2018.

Hingga hari terakhirnya, Khamenei tetap menegaskan bahwa energi nuklir adalah "hak tak terbantahkan" bangsa Iran. Kematiannya terjadi justru saat Teheran dan Washington tengah terlibat dalam negosiasi nuklir tidak langsung yang sangat rapuh.

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.