Fin.co.id - Kabar tentang durasi puasa yang hanya sekitar satu jam di Murmansk kerap membuat publik tercengang. Bagaimana mungkin ibadah yang biasanya berlangsung 12–14 jam bisa begitu singkat?
Jawabannya terletak pada lokasi geografis ekstrem kota ini. Murmansk berada jauh di utara Rusia, tepat di atas Lingkar Arktik. Posisi ini membuat siklus siang dan malam berubah drastis sepanjang tahun.
Dalam Islam, puasa dimulai saat fajar menyingsing (Subuh) dan berakhir ketika matahari terbenam (Magrib). Artinya, lama puasa sepenuhnya mengikuti pergerakan matahari.
Di wilayah tropis, durasinya relatif stabil sekitar 12 jam. Namun di lintang tinggi seperti Murmansk, perbedaan musim dapat menciptakan jarak waktu yang ekstrem antara terbit dan terbenamnya matahari.
Pada musim panas, siang bisa berlangsung hampir 24 jam. Sebaliknya saat musim dingin, waktu siang menjadi sangat pendek.
Apa Itu Polar Night?
Polar Night adalah periode ketika matahari tidak benar-benar muncul di atas cakrawala selama beberapa hari hingga minggu. Dalam fase ini, langit cenderung gelap sepanjang hari dengan cahaya samar di ufuk.
Kondisi ini terjadi karena kemiringan sumbu bumi dan posisi Murmansk yang berada di lingkar kutub. Dampaknya, waktu siang bisa sangat singkat, bahkan nyaris tidak ada.
Di sinilah muncul klaim puasa di Murmansk hanya berlangsung sekitar satu jam pada periode tertentu.
Secara astronomis, memang ada hari-hari ketika rentang antara fajar dan matahari terbenam sangat sempit. Namun praktik ibadah tidak sesederhana itu.
Para ulama memberikan panduan khusus bagi Muslim yang tinggal di wilayah dengan kondisi ekstrem. Beberapa metode yang digunakan antara lain:
• Mengikuti jadwal kota terdekat dengan siklus normal
• Mengacu pada waktu kota besar lain yang lebih stabil
• Menggunakan ketentuan fikih yang menyesuaikan kondisi geografis