fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap agar konflik bersenjata antara Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak berlangsung lama. Karena dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa di Ibu Kota.
“Jadi memang mudah-mudahan secara sungguh-sungguh saya sebagai Gubernur Jakarta berharap agar perang ini tidak berlangsung lama,” ujar Pramono di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.
Pramono menjelaskan, konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok global. Hal ini karena jalur distribusi utama dunia di Selat Hormuz kini ditutup akibat perang tersebut.
“Kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya supply chain menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan barang menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, memastikan stok pangan strategis di Ibu Kota cukup hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ujar Elisabeth, Senin, 2 Maret 2026.
Elisabeth menekankan masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Pemprov DKI juga telah melakukan proyeksi kebutuhan secara rinci untuk periode Ramadan dan Idul Fitri.
Selama Ramadan, beberapa komoditas mengalami kenaikan permintaan, seperti telur ayam sekitar 7,5 persen, daging sapi/kerbau, dan bawang putih sekitar 3,5 persen. Namun, stok beras tersedia lebih dari 100 ribu ton, jauh melebihi kebutuhan sekitar 68 ribu ton. Daging ayam, daging sapi, gula pasir, dan minyak goreng juga memiliki cadangan cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Menjelang Idul Fitri, proyeksi konsumsi komoditas strategis diperkirakan meningkat, terutama telur ayam yang naik lebih dari 17 persen, serta daging ayam dan bawang merah yang meningkat di atas 10 persen. Stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton, dan komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura memiliki buffer stok memadai.
Elisabeth menambahkan, Pemprov DKI telah memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor, asosiasi pedagang, dan pemerintah pusat untuk memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan stok di pasar tradisional dan ritel modern.
"Kami juga akan intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," jelasnya.
Cahyono/Disway