fin.co.id - Jagat media sosial kembali gempar oleh rekaman video yang mengungkap dugaan aksi perundungan atau bullying terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru saja menjejakkan kaki di Jepang. Alih-alih mendapatkan bimbingan dan sambutan hangat, para pekerja pendatang baru ini justru harus menelan pil pahit akibat ulah oknum yang diduga sebagai senior sesama WNI.
Potongan video yang beredar luas tersebut memperlihatkan pemandangan memprihatinkan. Sekelompok pemuda duduk bersila di atas lantai tatami dalam kondisi rambut yang sudah tercukur botak plontos. Mirisnya, oknum senior tersebut memerintahkan para "junior" ini untuk bertelanjang dada di dalam ruangan, menciptakan suasana intimidatif yang jauh dari nilai profesionalisme.
Ketegangan memuncak saat video memperlihatkan para pekerja baru tersebut berjuang mengonsumsi natto makanan fermentasi kedelai khas Jepang yang memiliki aroma dan tekstur spesifik dalam porsi yang tidak wajar. Dengan tangan gemetar memegang sumpit, para korban tampak kesulitan menelan makanan tersebut.
Ironisnya, suara di balik kamera terus membentak dan memberikan instruksi dengan nada tinggi, seolah menikmati penderitaan rekan senegaranya sendiri. Aksi yang mengatasnamakan senioritas ini langsung memicu gelombang protes keras dari warganet tanah air. Banyak pihak menilai tindakan ini sangat memalukan dan sama sekali tidak memiliki nilai edukatif bagi pekerja migran.
"Sangat tidak lucu jika benar terjadi perpeloncoan seperti ini. Seharusnya senior memberikan motivasi kepada junior yang baru tiba, bukan justru menekan fisik dan mental mereka. Bayangkan bagaimana perasaan keluarga mereka di Indonesia melihat video ini," tulis salah satu netizen dengan nada geram.
Merespons kegaduhan tersebut, pihak berwenang seperti Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo kabarnya mulai memantau perkembangan informasi ini. Otoritas terkait tengah melakukan investigasi mendalam untuk memastikan lokasi persis kejadian serta mengidentifikasi oknum yang terlibat dalam video tersebut.
Langkah tegas sangat diperlukan agar praktik-praktik primitif yang melanggar etika perantau ini tidak kembali terulang. Publik mendesak pemerintah agar memberikan sanksi berat kepada pelaku, mengingat aksi perundungan ini dapat merusak citra pekerja Indonesia di mata pemberi kerja internasional, khususnya di Jepang yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan dan rasa hormat.(*).
Viral Dugaan Perpeloncoan PMI di Jepang: Korban Dibotaki dan Dipaksa Makan Natto
news.fin.co.id - 02/03/2026, 10:08 WIB
Tim Redaksi
Viral Dugaan Perpeloncoan PMI di Jepang: Korban Dibotaki dan Dipaksa Makan Natto