fin.co.id - Amerika Serikat (AS) memerintahkan beberapa staf diplomatik untuk meninggalkan Timur Tengah, seiring meningkatnya konflik dengan Iran. AS juga menutup beberapa misi diplomatik di seluruh kawasan tersebut.
AS memerintahkan personel pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Qatar, Kuwait, Bahrain, Irak, dan Yordania, Selasa, 3 Maret 2026.
Dilaporkan Al Arabiya, peringatan perjalanan untuk UEA juga diperbarui, untuk menegaskan perintah keberangkatan personel non-darurat pemerintah.
Sementara misi AS di Arab Saudi ditutup pada 3 Maret, setelah adanya serangan drone. Imbauan juga dikeluarkan untuk warga AS di Jeddah, Riyadh, dan Dhahran, yang diminta untuk terus berlindung di tempat masing-masing.
Kedutaan Besar AS di Kuwait mengatakan akan tetap tutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan semua janji temu konsuler reguler dan darurat dibatalkan.
Di Israel, Kedutaan Besar AS mengatakan tidak dalam posisi untuk mengevakuasi atau secara langsung membantu warga Amerika yang ingin meninggalkan negara itu dan menyarankan warga untuk membuat rencana keamanan mereka sendiri.
Langkah-langkah ini diambil seiring dengan meluasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di seluruh wilayah, yang mendorong peningkatan tindakan pencegahan keamanan di fasilitas diplomatik AS dan pembatasan perjalanan yang tidak penting ke instalasi militer.
Kemenlu Jerman Panggil Dubes Iran
Kementerian Luar Negeri Jerman memanggil duta besar Iran pada Selasa, untuk menyerukan kepada kepemimpinan negara tersebut agar menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan tersebut, demikian pernyataan mereka dalam sebuah unggahan di X.
“Kami dengan tegas menyerukan kepada rezim Iran untuk segera menghentikan serangan sembrono mereka terhadap negara-negara di kawasan itu,” tulis kementerian tersebut di platform media sosial.
Mereka menyatakan mengutuk serangan rudal dan drone Iran yang “sewenang-wenang dan tidak proporsional”, termasuk terhadap target sipil.