Langkah yang telah dilakukan aparat kepolisian antara lain:
-
Mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium
-
Memintai keterangan pihak sekolah
-
Memeriksa penyedia makanan
-
Mengumpulkan data medis dari tenaga kesehatan
Sebelumnya, polisi menyebut hanya satu siswa yang mengalami gejala sakit pada hari tersebut. Namun dengan adanya korban meninggal dunia, penyelidikan kini diperluas.
Publik Menunggu Kepastian Hasil Laboratorium
Hingga kini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan adanya keracunan massal. Aparat mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil uji laboratorium keluar.
Peristiwa ini sekaligus memunculkan pertanyaan serius terkait standar keamanan pangan dan pengawasan distribusi dalam program MBG di sekolah.
Kasus meninggalnya siswa MIN 2 Ketahun ini menjadi perhatian masyarakat Bengkulu Utara dan nasional. Publik kini menanti hasil investigasi resmi untuk memastikan apakah insiden ini murni persoalan medis atau terdapat kelalaian dalam proses penyediaan makanan.