Habis Kesabaran! Hizbullah Tantang Israel Perang Terbuka

news.fin.co.id - 03/03/2026, 20:29 WIB

Habis Kesabaran! Hizbullah Tantang Israel Perang Terbuka

Militer Israel juga mengonfirmasi telah melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan dengan tujuan membangun “zona keamanan”.

Di sisi lain, sumber militer Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa tentara Lebanon telah menarik pasukannya dari sejumlah posisi terdepan di perbatasan demi menjaga keselamatan personel di tengah intensitas serangan Israel yang meningkat.

Risiko Konflik Internal Lebanon

Keputusan pemerintah Lebanon untuk melarang aktivitas militer dan intelijen Hizbullah merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah menyatakan ini adalah keputusan nasional untuk memulihkan kedaulatan negara, bukan hasil tekanan dari Washington atau Tel Aviv.

Advertisement

Namun di dalam negeri, kekhawatiran muncul. Jika tentara Lebanon memaksa pelucutan senjata dengan kekuatan, potensi konflik internal tidak bisa dihindari. Sebagian pihak menilai risiko tersebut mungkin harus diambil untuk menghentikan serangan Israel yang terus berulang.

Hizbullah sendiri telah berulang kali menolak bekerja sama dalam upaya pelucutan senjata di wilayah utara Sungai Litani. Mereka berpendapat bahwa langkah tersebut sama saja dengan tunduk pada tuntutan Israel dan Amerika Serikat.

Timur Tengah Kian Tidak Stabil

Eskalasi ini memperlihatkan bagaimana konflik Israel-Iran kini meluas menjadi konflik regional yang lebih kompleks. Lebanon kembali menjadi medan pertempuran tidak langsung antara kekuatan besar dan kelompok proksi.

Yang menarik, hingga kini belum ada negara yang secara terbuka menawarkan diri menjadi mediator untuk meredakan situasi. Ketiadaan jalur diplomasi yang aktif membuat risiko perang terbuka semakin nyata.

Jika konfrontasi terus meningkat, bukan tidak mungkin kawasan perbatasan Israel-Lebanon kembali berubah menjadi medan perang besar seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Dunia internasional kini menanti, apakah diplomasi masih punya ruang, atau Timur Tengah benar-benar menuju babak konflik yang lebih luas. (*)

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID