fin.co.id - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio "mengakui" bahwa Washington memasuki "perang pilihan" melawan Teheran "atas nama Israel".
"Tuan Rubio mengakui apa yang kita semua ketahui: AS telah memasuki perang pilihan atas nama Israel," kata Araghchi melalui perusahaan media sosial X, Selasa, 3 Maret 2026.
Pernyataan ini dilontarkan Araghchi di tengah gencarnya serangan AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran, yang diluncurkan pada akhir pekan lalu.
Ia mencatat, bahwa "tidak pernah" ada ancaman Iran terhadap AS. Araghchi berpendapat bahwa "darah Amerika dan Iran ada pada pendukung Israel".
Ia juga mendesak warga AS untuk "merebut kembali negara mereka". Araghchi menegaskan, warga AS "berhak mendapatkan yang lebih baik."
Trump Serukan Warga Iran untuk Manfaatkan Momentum
Menurut laporan The New York Times, serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS terhadap Iran telah menuai kritik dari Partai Demokrat terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sejak Sabtu, serangan gabungan AS-Israel dilaporkan telah menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran telah merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan situs-situs yang terkait dengan AS di negara-negara Teluk. Enam anggota militer AS telah tewas dan beberapa lainnya terluka parah.
Sebelumnya, pada hari Minggu, Trump mengatakan dalam sebuah video yang dibagikan di platform Truth Social miliknya: "Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk memanfaatkan momen ini, berani, tegas, heroik, dan merebut kembali negara Anda."