Perang Iran vs Israel Memanas, Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Terhimpit di Teluk Persia, Pasokan BBM Dalam Negeri Terancam!

news.fin.co.id - 03/03/2026, 20:17 WIB

Perang Iran vs Israel Memanas, Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Terhimpit di Teluk Persia,  Pasokan BBM Dalam Negeri Terancam!

PT Pertamina (Persero) terus bergerak mengemban amanah dalam melayani energi negeri dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.

fin.co.id - Di tengah memanasnya perang Israel-Iran yang berdampak langsung pada kawasan Teluk Persia, PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan dua kapal tankernya masih berada di wilayah tersebut. Perusahaan menegaskan terus memantau situasi selama 24 jam demi menjamin keselamatan awak kapal dan kelancaran distribusi energi nasional.

Pelaksana tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan saat ini terdapat empat kapal yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Dua kapal masih berada di area Teluk Persia, yakni Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro. Sementara dua lainnya sudah berada di lokasi yang relatif lebih aman.

“Kami terus melakukan komunikasi intens dengan pihak pengelola dan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan kru dan kapal,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Advertisement

Empat Kapal PIS di Kawasan Teluk

Dari empat kapal yang beroperasi, Kapal Gamsunoro diketahui sedang dalam proses pemuatan di Khor al Zubair, Irak. Sementara Kapal Pertamina Pride telah menyelesaikan pemuatan di Ras Tanura, Arab Saudi, namun masih berada di perairan Teluk Persia.

Adapun dua kapal lainnya telah berada di luar zona berisiko tinggi. Kapal PIS Rinjani saat ini berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, sedangkan PIS Paragon tengah melakukan pembongkaran muatan di Oman.

Manajemen menargetkan Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat segera keluar dari area yang dinilai rawan konflik. Namun keputusan pelayaran tetap mempertimbangkan perkembangan keamanan terbaru di lapangan.

Langkah Antisipasi dan Koordinasi Intensif

Sebagai langkah antisipasi, PIS memperkuat koordinasi dengan pengelola kapal, otoritas maritim setempat, serta instansi pemerintah Indonesia. Komunikasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan perwakilan Indonesia di Abu Dhabi serta Dubai.

Langkah ini dinilai krusial mengingat kawasan Teluk Persia merupakan jalur vital distribusi energi global. Gangguan pelayaran di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok minyak dan gas dunia, termasuk kebutuhan energi Indonesia.

Vega menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara real-time selama 24 jam penuh. Tim armada PIS terus memperbarui informasi terkait situasi keamanan laut dan kemungkinan perubahan rute pelayaran.

Kondisi Pekerja PIS di Timur Tengah

Advertisement

Selain fokus pada armada kapal, perusahaan juga memastikan keselamatan pekerja di kantor cabang Timur Tengah. PIS memiliki entitas PIS Middle East yang berbasis di Dubai dengan sekitar 30 karyawan beserta keluarga mereka.

Menurut Vega, seluruh pekerja dalam kondisi aman dan telah mengikuti arahan dari perwakilan pemerintah Indonesia setempat. Mereka juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID