Qatar Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Iran, Fasilitas LNG Ras Laffan Diserang, Harga Energi Dunia Melejit

news.fin.co.id - 03/03/2026, 20:11 WIB

Qatar Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Iran, Fasilitas LNG Ras Laffan Diserang, Harga Energi Dunia Melejit

Pertahanan Udara IKN Dilengkapi Rudal-Kemhan

fin.co.id - Eskalasi militer di kawasan Teluk Persia memasuki babak baru. Angkatan Udara Qatar dilaporkan berhasil menembak jatuh dua pesawat pengebom Su-24 milik Iran pada Senin 2 Maret 2026.

Insiden ini menjadi penanda meningkatnya konflik setelah Teheran melancarkan serangan balasan terhadap sekutu Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan.

Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa selain menjatuhkan dua jet tempur Iran, pihaknya juga mencegat tujuh rudal balistik serta lima drone bersenjata yang diluncurkan dalam rangkaian serangan tersebut.

Advertisement

Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer, tetapi juga mengguncang pasar energi global.

Serangan Udara Pertama Iran Gunakan Su-24

Pesawat yang ditembak jatuh adalah Su-24, jet tempur supersonik era Uni Soviet yang diproduksi sejak 1970-an hingga awal 1990-an. Pesawat ini dikenal mampu membawa hingga 7.711 kilogram persenjataan udara dan dirancang untuk misi pengeboman jarak menengah.

Sebelum konflik terbaru pecah, angkatan udara Iran diperkirakan hanya memiliki sekitar 29 unit Su-24 yang masih beroperasi optimal. Insiden ini menjadi pertama kalinya Iran menggunakan pesawat tempur secara langsung untuk menyerang negara tetangga di kawasan Teluk Persia dalam konflik terbaru.

Pada gelombang serangan sebelumnya, Teheran lebih banyak mengandalkan drone dan rudal balistik sebagai senjata utama.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan bahwa tindakan militer Iran tidak dapat dibiarkan.

“Tentu saja, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada harga yang dibayar atas serangan terang-terangan terhadap rakyat kami,” ujarnya, seperti dikutip The New York Times.

Fasilitas LNG Ras Laffan Diserang

Serangan drone Iran tidak hanya menyasar instalasi militer. Infrastruktur energi vital juga menjadi target. Fasilitas milik QatarEnergy di Ras Laffan terkena serangan drone, memaksa perusahaan menghentikan produksi gas alam cair (LNG).

Advertisement

Sebagai salah satu eksportir LNG terbesar di dunia, penghentian produksi dari Ras Laffan langsung memicu gejolak di pasar energi internasional.

Harga gas alam di pasar Eropa dilaporkan melonjak hingga 50 persen pasca pengumuman penghentian produksi. Sementara itu, harga LNG untuk pasar Asia juga naik hampir 39 persen. Harga minyak mentah global pun ikut terdorong naik hampir sembilan persen akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID