Ketegangan turut melibatkan kelompok bersenjata sekutu Iran di kawasan. Hezbollah di Lebanon meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel, yang kemudian dibalas dengan serangan udara intensif di Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 52 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya luka-luka dalam serangan terbaru.
Militer Israel menyatakan semua opsi terbuka, termasuk kemungkinan operasi darat. Di Irak, kelompok milisi yang berafiliasi dengan Iran juga mengklaim menyerang fasilitas militer AS.
Situasi semakin rumit ketika militer AS mengungkap bahwa sistem pertahanan Kuwait secara tidak sengaja menembak jatuh tiga jet tempur Amerika di tengah serangan udara Iran. Seluruh pilot dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
Tanpa Rencana Keluar yang Jelas
Hingga kini belum terlihat jalur diplomasi yang konkret untuk menghentikan konflik. Intensitas serangan dan perluasan medan pertempuran menunjukkan potensi perang berkepanjangan dengan dampak luas terhadap stabilitas regional dan ekonomi global.
Ketika rudal dan drone terus melintas di langit Teluk, jutaan warga sipil berada dalam ketidakpastian. Eskalasi ini tidak hanya menguji kekuatan militer negara-negara yang terlibat, tetapi juga menguji ketahanan kawasan yang selama ini menjadi pusat energi dunia.