fin.co.id – Ketegangan militer yang melanda kawasan Timur Tengah mulai mengganggu mobilitas WNI di wilayah tersebut.
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto, yang saat ini juga tertahan di Doha, Qatar, mengeluarkan imbauan bagi seluruh WNI di zona terdampak agar tetap tenang dan tidak melakukan langkah spekulatif yang bisa membahayakan keselamatan.
Rombongan Wamen HAM sendiri mengalami nasib serupa. Mereka seharusnya menghadiri sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, namun penutupan ruang udara akibat konflik memaksa mereka terdampar selama tiga hari di Bandara Hamad, Doha.
"Ini sudah hari ketiga kami berada di Qatar. Situasinya masih belum kondusif dan belum ada kepastian kapan wilayah udara di sini maupun negara-negara sekitar akan dibuka kembali," ujar Mugiyanto, Selasa, 3 Maret 2026.
Koordinasi dengan Duta Besar RI untuk Qatar, Ridwan Hassan, menunjukkan lebih dari 100 WNI tertahan di Doha. Dampak konflik juga meluas ke negara tetangga seperti Uni Emirat Arab (Dubai), Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain, memengaruhi ratusan WNI lainnya.
"Kita semua tidak bisa terbang, tidak bisa melanjutkan perjalanan. Bahkan, warga kita yang menetap di negara-negara ini juga terdampak. Ada persoalan rasa aman yang cukup mengkhawatirkan karena kondisi militer yang memanas," jelas Mugiyanto.
Kondisi di lapangan sangat fluktuatif. Beberapa otoritas setempat memberlakukan pembatasan gerak ketat bagi warga sipil.
"Oleh otoritas di tempat kami berada sekarang, kita bahkan tidak diperbolehkan keluar rumah. Ini semua demi keselamatan bersama," tambahnya.
Mugiyanto menekankan pentingnya patuh pada arahan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.
"Kami berharap teman-teman semua tetap tenang. Kita percayakan situasi ini segera membaik. Ikuti saja apa yang menjadi kebijakan dan arahan dari Bapak-bapak Duta Besar serta otoritas setempat," tegasnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan untuk memastikan perlindungan WNI. Hingga saat ini, jadwal pembukaan jalur penerbangan internasional di kawasan Teluk masih menunggu perkembangan situasi keamanan terbaru.
Hasyim Ashari/Disway